Berapa Cadangan Minyak Venuzuela yang Bikin Trump 'Ngiler'?

CNN Indonesia
Senin, 05 Jan 2026 10:55 WIB
Venezuela memiliki cadangan minyak terbukti terbesar di dunia. Jumlahnya lebih dari 300 miliar barel.
Venezuela memiliki cadangan minyak terbukti terbesar di dunia. Jumlahnya lebih dari 300 miliar barel. Ilustrasi. (REUTERS/Maxwell Briceno).
Jakarta, CNN Indonesia --

Venezuela tengah jadi sorotan usai Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menangkap Presiden Nicolas Maduro. Ketegangan kedua negara yang memuncak menimbulkan kekhawatiran lonjakan harga minyak dunia.

Tak lama setelah menggempur Venezuela ,Trump secara blak-blakan mengatakan AS akan menguasai cadangan minyak dan gas Venezuela. Ia juga mengklaim perusahaan-perusahaan minyak dan gas akan menggelontorkan investasi besar-besaran untuk mengelola minyak dan gas negara di Amerika Latin itu.

"Perusahaan-perusahaan minyak dan gas Amerika Serikat kami, yang terbesar di manapun di dunia ini, akan masuk (ke Venezuela) untuk mengeluarkan investasi miliaran dolar, memperbaiki infrastruktur yang rusak parah, infrastruktur minyak," ujar Trumo dalam konferensi pers di kediamannya Mar-a-Lago, Palm Beach, Florida, dikutip dari CNBC.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Maklum, Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia sebesar 303 miliar barel atau sekitar seperlima dari cadangan global.

Cadangan minyak salah satu negara pendiri Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) ini lebih dari 100 kali lipat Indonesia. Berdasarkan catatan OPEC, cadangan minyak terbukti Indonesia hanya sebesar 2,41 miliar per akhir 2024.

Sementara itu, menurut data Administrasi Informasi Energi (EIA) AS, cadangan minyak Venezuela tersebut bahkan mengalahkan jumlah cadangan minyak negara-negara Timur Tengah seperti Arab Saudi yang memiliki 267 miliar barel, Iran dengan 209 miliar barel, serta Irak dengan 145 miliar barel.

Chevron merupakan satu-satunya perusahaan minyak besar AS, masuk dan beroperasi di Venezuela. Menurut data dari firma konsultasi energi Kpler, perusahaan ini mengekspor sekitar 140 ribu barel per hari pada kuartal keempat 2025.

Pasukan AS menangkap Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dalam serangan militer besar-besaran pada Sabtu (3/1) lalu. Mereka didakwa dengan tuduhan perdagangan narkoba di Distrik Selatan New York.

Merespons serangan tersebut, Chevron mengatakan dalam pernyataan bahwa perusahaan tetap fokus pada keselamatan dan kesejahteraan karyawan, serta integritas aset nya.

"Kami terus beroperasi sepenuhnya sesuai dengan semua undang-undang dan peraturan yang berlaku," kata perusahaan minyak raksasa itu.

Usai melakukan serangan dan menangkap Maduro, Trump mengatakan AS akan mengelola negara tersebut. Ia juga yakin dapat melakukan transisi yang aman, tepat, dan bijaksana.

Kudeta terhadap Maduro terjadi setelah penumpukan militer AS selama berbulan-bulan di Karibia. Trump mengatakan embargo yang ia terapkan terhadap minyak Venezuela "tetap berlaku sepenuhnya."

[Gambas:Video CNN]

(ldy/sfr)
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
TERPOPULER