Bapanas Pede Indonesia Swasembada Beras pada 2026

CNN Indonesia
Senin, 05 Jan 2026 15:57 WIB
Bapanas meyakini Indonesia mencapai swasembada beras pada 2026. Hal ini seiring dengan tingginya stok beras nasional yang tersisa dari akhir 2025.
Bapanas meyakini Indonesia mencapai swasembada beras pada 2026. Hal ini seiring dengan tingginya stok beras nasional yang tersisa dari akhir 2025. Ilustrasi. (Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Pangan Nasional (Bapanas) meyakini Indonesia mencapai swasembada beras pada 2026. Hal ini seiring dengan tingginya stok beras nasional yang dibawa atau carry over dari akhir 2025.

Bapanas melalui Proyeksi Neraca Pangan Nasional Tahun 2026 mencatat stok beras awal 2026 mencapai 12,529 juta ton. Angka ini sudah termasuk stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) Perum Bulog sebesar 3,248 juta ton.

Sementara itu, sisanya tersebar di tingkat rumah tangga produsen dan konsumen, penggilingan, pedagang, dan horeka (hotel, restoran, katering).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan capaian ini, Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa menegaskan pemerintah tidak akan melakukan impor beras konsumsi sepanjang 2026.

"Sesuai arahan Bapak Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman, Indonesia tidak perlu impor beras konsumsi di tahun 2026. Ini melanjutkan komitmen pemerintah dalam mendukung petani Indonesia karena tahun 2025 juga tidak ada impor. Pemerintah optimistis ketersediaan beras ini sangat kuat. Indonesia telah mencapai swasembada beras," kata Astawa di Jakarta pada Jumat (2/1).

Capaian stok beras awal 2026 ini melonjak signifikan dibandingkan dua tahun sebelumnya. Bapanas mencatat peningkatan hingga 203,05 persen dibanding stok awal 2024 yang sebesar 4,134 juta ton, serta naik 49,12 persen dibanding stok awal 2025 yang berada di angka 8,402 juta ton.

"Tentu kita patut bersyukur dengan kondisi stok beras secara nasional untuk awal 2026, sangat tinggi dan sangat aman. Ini berkat kerja keras para petani dan dukungan Kementerian Pertanian serta stakeholder lainnya," ujar Deputi Ketut.

Keputusan tidak melakukan impor beras umum maupun beras bahan baku industri diambil pemerintah saat menetapkan Neraca Komoditas Tahun 2026.

Dalam forum yang dikoordinasikan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, tidak terdapat kesepakatan kuota impor beras umum. Pada 2025 lalu, Indonesia juga tidak melakukan impor beras umum yang sebelumnya sempat ditugaskan kepada Perum Bulog.

Selain itu, impor beras bahan baku industri juga ditiadakan pada 2026. Pemerintah mendorong pelaku usaha nasional untuk mengoptimalkan bahan baku lokal berupa beras pecah dan beras ketan pecah.

Sementara itu, Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan ketersediaan beras nasional berada dalam kondisi sangat aman, bahkan hingga memasuki Ramadan dan Lebaran.

"Inilah stok tertinggi di akhir tahun selama merdeka. (Jadi) bukan aman, ada saatnya, (stok kita) sangat aman. Sekarang tanpa impor, stok kita (CBP) lebih dari 3 juta ton. Itu tertinggi sepanjang sejarah. Beras kita surplus. Jadi tidak ada masalah sampai Ramadan. Tidak ada masalah. Semua aman," ucap Amran.

Dengan stok awal 2026 sebesar 12,529 juta ton, Bapanas menghitung ketersediaan beras nasional mampu mencukupi kebutuhan hampir lima bulan, dengan asumsi konsumsi beras bulanan sebesar 2,591 juta ton.

Sementara, proyeksi produksi beras pada 2026 diperkirakan mencapai 34,7 juta ton, sehingga stok akhir 2026 diproyeksikan menguat di level 16,194 juta ton.

[Gambas:Video CNN]

(ldy/sfr)