Susu UHT Dikabarkan Langka di Ritel, BGN Buka Suara
Kabar langkanya susu UHT di sejumlah ritel belakangan ramai di media sosial. Bahkan, beberapa ritel menerapkan kebijakan pembatasan pembelian susu maksimal 4 pcs per orang.
Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com,Rabu (7/1), stok susu UHT varian full cream di salah satu gerai Indomaret di Bekasi sudah kosong selama seminggu.
Silvia, salah seorang kasir, menyampaikan stok susu tersebut sedang kosong selama seminggu dan belum mendapatkan pengiriman lagi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lagi kosong mas, susu yang putih (susu UHT varian full cream) udah semingguan, belum dikirim lagi," ujarnya saat ditemui langsung.
Ia mengungkapkan stok yang kosong tersebut lantaran diborong untuk memenuhi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Kemarin diborong untuk MBG mas, setiap masuk barang baru pasti diborong," ungkapnya.
Kendati demikian, stok di gerai rite lain terpantau aman. Terpantau, susu UHT di gerai Superindo dan Alfamart di daerah yang sama masih tersedia. Pembatasan pembelian juga tidak diberlakukan.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang mengakui susu memang menjadi salah satu menu dalam program MBG yang tinggi permintaannya.
"(Permintaan) susu memang banyak, kan kebutuhannya banyak," ujar Nanik di SMK Negeri 1 Jakarta, Jakarta Pusat, Kamis (8/1).
Namun, Nanik memastikan pasokan nasional secara keseluruhan masih tersedia dan pemerintah tengah menyiapkan langkah penguatan produksi ke depan.
Saat ini, sambung Nanik, pemerintah tengah membangun pabrik-pabrik baru serta memperluas basis produksi susu melalui pengembangan peternakan.
"Ini lagi dibangun pabrik-pabrik baru, pemerintah kan sekarang lagi bangun 500 peternakan," ujarnya.
Nanik menilai meningkatnya penyerapan susu untuk program MBG akan mendorong aktivitas industri. Ketika permintaan naik, volume produksi pabrik akan ikut bertambah dan membuka peluang penyerapan tenaga kerja.
"Kalau laku, pabriknya nambah volume, berarti tenaga kerjanya tambah," ujarnya.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Solihin mengatakan ritel biasanya hanya menjual produk sesuai permintaan pembeli akhir atauend user.
Ritel menentukan jumlah produk yang dijual berdasarkan rata-rata bulan sebelumnya. Apabila akan terjadi lonjakan permintaan maka akan meminta lebih banyak stok kepada produsen.
Kendati tak menyinggung MBG, Solihin mengakui saat ini banyak industri yang membutuhkan produk susu UHT sehingga membelinya di ritel-ritel.
"Sekarang ini kan banyak industri, karena ada keperluan tertentu, sehingga banyak komponen UHT (susu UHT) itu digunakan saat ini," terang Solihin.
Ia menyarankan bagi industri yang membutuhkan produk dalam jumlah besar bisa langsung menghubungi produsen.
"Barang ada di produsen. Tidak menutup kemungkinan yang membutuhkan dalam jumlah besar bisa juga langsung menghubungi produsen. Tinggal kebijakan produsen, keperluannya buat di mana nih," ujar Solihin.
(del/fln)