Defisit APBN 2025 Nyaris 3 Persen dari PDB, Apa Biang Keroknya?

CNN Indonesia
Kamis, 08 Jan 2026 15:20 WIB
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) defisit Rp695,1 triliun atau 2,92 persen dari PDB sepanjang 2025.
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) defisit Rp695,1 triliun atau 2,92 persen dari PDB sepanjang 2025. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) defisit Rp695,1 triliun atau 2,92 persen dari produk domestik bruto (PDB) sepanjang 2025.

Realisasinya di atas asumsi awal APBN 2025 sebesar Rp616,2 persen atau 2,53 persen dari PDB dan nyaris melampaui batas maksimal yang dipatok Undang-undang (UU) Keuangan Negara, 3 persen dari PDB.

"Walaupun defisit membesar ke Rp695,1 triliun, itu lebih tinggi dibandingkan APBN yang sebesar Rp606,2 triliun tapi kita tetap jaga bahwa defisitnya tidak di atas 3 persen. Defisitnya memang naik ke 2,92 persen dari rencana awal 2,53 persen," ujar Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam Konferensi Pers APBN Kita di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Kamis (8/1).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika dilihat, APBN tekor lantaran belanja negara melampaui pendapatan yang masuk.

Tercatat, realisasi pendapatan terkumpul Rp2.756,3 triliun atau 91,7 persen dari target 2025, Rp3.005,1 triliun. Sementara, belanja negara menembus Rp3.451,4 triliun atau 95,3 persen dari target Rp3.621,3 triliun.

"Kenapa enggak potong belanja agar defisit kecil? Ketika ekonomi kita downfall (menurun), kita harus menurunkan stimulus perekonomian. Ini cara pemerintah menjaga ekonomi tumbuh berkesinambungan tanpa membebani APBN," terang Purbaya.

Berdasarkan catatan Purbaya, pendapatan negara per 31 Desember 2025 diperoleh dari penerimaan pajak sebesar Rp1.917,6 triliun dan kepabeanan serta cukai senilai Rp300 triliun.

Ada juga yang bersumber dari pendapatan negara bukan pajak (PNBP) sejumlah Rp534,1 triliun.

Dari sisi belanja negara, Purbaya merinci belanja negara untuk pemerintah pusat tembus Rp2.602,2 triliun atau 96,3 persen.

Kemudian, transfer ke daerah (TKD) terealisasi Rp894,triliun alias 92,3 persen dari pagu APBN 2025, Rp919,9 triliun.

Selanjutnya, keseimbangan primer, yang berasal dari selisih total pendapatan negara dikurangi belanja negara di luar pembayaran bunga utang, mencapai Rp180,7 triliun atau 63,3 persen dari target.

Adapun realisasi sementara pembiayaan anggaran mencapai Rp744 triliun dengan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan (SILPA) tercatat Rp48,9 triliun.

[Gambas:Video CNN]

(sfr)