Pilih Emas atau Saham, Mana yang Lebih Cuan Tahun Ini?
Di tengah kondisi ekonomi yang penuh ketidakpastian, keputusan investasi harus dipikir matang-matang. Beberapa instrumen yang tersedia di antaranya emas dan saham.
Kedua instrumen pada dasarnya memiliki karakter berbeda.
Emas dikenal sebagai aset aman (safe haven) yang nilainya relatif stabil dan cenderung naik dalam jangka panjang, terutama saat kondisi ekonomi global tidak menentu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, saham menawarkan potensi imbal hasil yang lebih tinggi, tetapi dengan fluktuasi harga yang tajam dan risiko kerugian yang juga lebih besar.
Lihat Juga :EDUKASI KEUANGAN Tips Susun Resolusi Keuangan 2026 agar Tak Sekadar Wacana |
Perbedaan inilah yang membuat keduanya sering dibandingkan, terutama oleh investor pemula. Namun, tenang saja, sejumlah perencana keuangan punya saran untuk Anda.
Perencana Keuangan Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike Rini Sutikno mengatakan emas dan saham sebenarnya bukan instrumen investasi yang saling bersaing, tapi saling melengkapi. Dalam investasi katanya risiko perlu dibuat minimal. Cara yang bisa dilakukan adalah dengan diversifikasi investasi.
"Berarti dalam susunan investasi kita mesti alokasikan ke dalam aset investasi yang berbeda. Nah emas dan saham memiliki karakteristik yang beda, risikonya juga beda," katanya pada CNNIndonesia.com, Jumat 9/1).
"Karena karakteristiknya beda, fluktuasinya beda maka kedua jenis instrumen investasi ini complimentary, penting untuk dimiliki. Dua-duanya punya potensi untuk cuan," sambungnya.
Senada, Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia Dandy mengatakan emas dan saham sebenarnya sama-sama bisa menghasilkan keuntungan dengan kondisi sekarang.
Lihat Juga : |
Emas
Dandy mengatakan kelebihan emas adalah cenderung stabil dan dipercaya sebagai safe haven. Karena itu, emas lebih cocok untuk mereka yang masih pemula.
"Kalau sedang banyak krisis atau kondisi ekonomi, biasa nya emas akan naik karena banyak orang akan tarik uangnya untuk dimasukkan ke emas yang cenderung mengikuti inflasi," katanya.
Namun, emas juga punya kekurangan. Emas tidak menghasilkan passive income seperti pada saham berupa dividen. Keuntungan hanya bisa didapat dari capital gain atau keuntungan dari selisih harga beli dan harga jual.
Lihat Juga : |
Perencana keuangan Mitra Rencana Edukasi (MRE) Andi Nugroho menambahkan emas punya kelebihan yakni berpotensi harganya terus naik karena situasi ekonomi dan geopolitik global yang masih belum stabil. Kemudian, likuid dan mudah diperjualbelikan.
"Karena sifatnya yang likuid maka bisa menjadi dana darurat," katanya.
Namun, emas katanya ada resiko kehilangan karena ukurannya yang relatif kecil dan juga rawan kecurian bila disimpan di rumah tanpa tempat penyimpanan khusus.
Agar cuan berinvestasi emas, Andi menyarankan untuk memastikan harga jual kembali sudah lebih tinggi daripada harga beli. Bila dana terbatas, maka bisa menabung dulu untuk dapat membeli emas.
"Atau bisa juga membeli dalam ukuran-ukuran kepingan kecil yang diakumulasi secara berkala," katanya.
Bersambung ke halaman berikutnya...