OIKN Sebut Investor Swasta di IKN Tambah 5

CNN Indonesia
Sabtu, 10 Jan 2026 18:05 WIB
Perusahaan-perusahaan tersebut bergerak di berbagai bidang usaha mulai kuliner, sarana dan prasarana olahraga, perniagaan, hingga perkantoran swasta.
Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menyebutkan investor di IKN bertambah lima. ANTARA FOTO/ADITYA NUGROHO
Jakarta, CNN Indonesia --

OtoritaIbu Kota Nusantara (OIKN) menyebutkan investor di IKN bertambah lima. Perusahaan-perusahaan tersebut bergerak di berbagai bidang usaha mulai kuliner, sarana dan prasarana olahraga, perniagaan, hingga perkantoran swasta.

Kelima investor tersebut adalah PT Bahagia Bangunnusa, PT Rangga Ekapratama, PT Fajar Maju Berkarya Gilang, PT Batara Maduma Prospernusa, dan PT Haidir Griya Karya.

"Hadirnya tambahan proyek ini diharapkan mampu mendorong aktivitas ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di Nusantara," kata Kepala OIKN Basuki Hadimuljono di Nusantara, Sabtu (10/1) mengutip Antara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan para investor dalam mendukung pembangunan IKN, yang membuktikan bahwa pemerintah konsisten membangun Nusantara untuk dunia.

Kelima investor tersebut telah melakukan penandatanganan tujuh perjanjian pemanfaatan tanah dan pengalokasian lahan aset dalam penguasaan (ADP) OIKN serta akta notarialdi Kantor Balai Kota Otorita IKN, Jumat (9/1/2026).

Kehadiran lima investor ini menambah daftar 50 investor yang sebelumnya telah menandatangani perjanjian kerja sama pembangunan di IKN dari sektor swasta dengan total nilai investasi mencapai Rp66 triliun.

Investasi dari 50 investor tersebut terbagi dalam lima klaster, yakni komersial, perbankan, pergudangan, pendidikan dan kesehatan, serta hunian dan residensial.

Pada klaster hunian dan residensial, proyek dengan investasi PT Pakubuwono Mandiri Investama, yakni rancangan pembangunan apartemen hunian bagi staf kedutaan yang akan dimulai Juli 2026 dengan target penyelesaian Juli 2028.

Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi OIKN Sudiro Roi Santoso menambahkan sejumlah proyek investasi dari lima investor ini direncanakan mulai berjalan pada pertengahan 2026.

"Sebagian besar dari tujuh perjanjian kerja sama ini akan memulai pembangunan sekitar pertengahan tahun 2026. Sedangkan, saat ini, para pelaku usaha sudah mempersiapkan tahapan perjanjian dan perizinan," tutup Roi.

[Gambas:Video CNN]

(antara/mik)