MIND ID - Pertamina Sinergi Percepat Hilirisasi Batu Bara

CNN Indonesia
Sabtu, 10 Jan 2026 19:55 WIB
MIND ID bersama PT Pertamina (Persero) mempererat sinergi untuk mempercepat hilirisasi batu bara menjadi menjadi produk energi alternatif.
MIND ID bersama PT Pertamina (Persero) mempererat sinergi untuk mempercepat hilirisasi batu bara menjadi menjadi produk energi alternatif. (Dok. Mind ID).
Jakarta, CNN Indonesia --

Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID bersama PT Pertamina (Persero) mempererat sinergi untuk mendukung visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian sektor energi nasional.

Hal itu dilakukan dengan penandatanganan kerja sama yang difokuskan pada percepatan hilirisasi batu bara menjadi menjadi produk energi alternatif seperti Synthetic Natural Gas (SNG), Dimethyl Ether (DME) dan methanol melalui penguatan rantai mineral, batu bara, dan energi nasional.

Penandatanganan kerja sama strategis kedua perusahaan nasional tersebut dilakukan di Jakarta, Jumat (9/1), yang turut disaksikan Chief Technology Officer (CTO) BPI Danantara Sigit Puji Santoso dan Managing Director Industrialization Ardy Muawin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Chief Technology Officer Danantara Indonesia Sigit P Santosa mengungkapkan kerja sama antara kedua perusahaan mencerminkan pendekatan terintegrasi dalam pembangunan sistem energi nasional. Sebagai negara besar Indonesia sangat membutuhkan diversifikasi energi yang mampu menopang pembangunan.

"Kolaborasi dan sinergi antar-BUMN strategis dapat memperkuat fondasi energi nasional. Hilirisasi berbasis teknologi menjadi instrumen penting untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya domestik sekaligus membangun sistem energi yang lebih tangguh, efisien, dan berorientasi jangka panjang," ujar Sigit dalam keterangan resmi.

Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin menambahkan kerja sama ini merupakan bagian dari upaya memperkuat struktur industri nasional melalui pengembangan rantai nilai mineral, batu bara, dan energi di dalam negeri.

Melalui kerja sama dengan Pertamina, perusahaan berkomitmen mendorong hilirisasi yang memberikan nilai tambah ekonomi, mengurangi ketergantungan impor, meningkatkan daya saing, membuka lapangan kerja baru, serta memperkuat ketahanan energi nasional dalam jangka panjang.

"MIND ID melalui Bukit Asam yang nantinya berperan sebagai pemasok, bersama-sama dengan Pertamina, akan betul-betul mengawasi setiap tahap kerja sama ini hingga nantinya dapat direalisasikan dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh Bangsa dan Negara," ujarnya.

Dalam kolaborasi ini, Pertamina memainkan peran sebagai offtaker dan agregator infrastruktur distribusi.

Dengan keunggulan jaringan distribusi yang dimiliki, perusahaan migas pelat merah itu memastikan penyerapan dan penyaluran hasil hilirisasi batu bara, seperti DME, SNG, dan metanol.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri menyatakan kerja sama ini adalah tonggak sejarah bagi kedaulatan energi Indonesia.

"Sebagai tulang punggung energi nasional, kami berkomitmen mengoptimalkan infrastruktur distribusi Pertamina untuk mendukung hilirisasi ini melalui kerjasama dengan MIND ID. Ini adalah langkah nyata kami dalam mengurangi ketergantungan pada impor LPG dan memastikan energi yang lebih terjangkau tersedia bagi rakyat, sejalan dengan target swasembada energi pemerintah," ujar Simon.

Kementerian ESDM memproyeksikan konsumsi LPG nasional akan mencapai 10 juta metrik ton (MT) pada 2026, sementara produksi domestik baru mencapai 1,3 juta-1,4 juta MT.

Dengan hilirisasi kekayaan alam dalam negeri, pemerintah berharap bisa mengurangi ketergantungan pada impor dan mewujudkan kemandirian energi.

[Gambas:Video CNN]

(sfr)