REKOMENDASI SAHAM

Daftar Saham Berpotensi Cuan Pekan Ini, Tambang hingga Properti

Dela Naufalia Fitriyani | CNN Indonesia
Senin, 12 Jan 2026 07:05 WIB
Pekan inu IHSG akan dipengaruhi sejumlah sentimen global dan domestik yang berpotensi menahan laju penguatan. Berikut deret saham yang diproyeksi cuan. (Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
Jakarta, CNN Indonesia --

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 11,28 poin atau menanjak 0,13 persen ke level 8.936 pada Jumat (9/1) silam.

Investor melakukan transaksi sebesar Rp27,45 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 57,02 miliar saham.

Dalam sepekan terakhir, indeks saham menguat empat kali, sementara satu hari sisanya melemah. Tak heran, performa indeks tercatat menguat 2,16 persen sepanjang pekan kemarin.

Senada, Sekretaris Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kautsar Primadi Nurahmad mengatakan selama periode tanggal 5 sampai dengan 9 Januari 2026 kemarin, perdagangan saham ditutup positif.

Tercatat, kapitalisasi pasar bursa mengalami peningkatan sebesar 1,79 persen dari Rp16.014 triliun menjadi Rp16.301 triliun pada pekan lalu. Peningkatan juga dialami oleh rata-rata volume transaksi harian, yakni sebesar 48,08 persen dari 41,72 miliar menjadi 61,78 miliar lembar saham.

Rata-rata nilai transaksi harian turut mengalami peningkatan sebesar 44,68 persen dari Rp21,74 triliun menjadi Rp31,45 triliun. Kemudian, rata-rata frekuensi transaksi harian pun mengalami kenaikan yakni sebesar 42,74 persen dari 2,79 juta kali transaksi menjadi 3,98 juta kali transaksi pada penutupan pekan lalu.

"Adapun investor asing hari ini mencatatkan nilai beli bersih Rp2,56 triliun dan sepanjang tahun 2026 ini, investor asing mencatatkan nilai beli bersih sebesar Rp3,1 triliun," katanya dalam keterangan resmi, Jumat (9/1).

Lantas seperti apa proyeksi pergerakan IHSG untuk sepekan ke depan?

VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi menilai penguatan indeks saham yang sempat mencetak rekor tertinggi dengan menyentuh level 9.002 didorong oleh sejumlah faktor utama.

Pertama, adanya arus dana asing masuk (net inflow) dalam sepekan terakhir yang mencapai Rp2,04 triliun di seluruh pasar. Kedua, kenaikan harga komoditas yang berperan sebagai safe haven turut mengangkat kinerja saham-saham sektor mineral.

Ketiga, pasar juga mulai berspekulasi terhadap potensi pembagian dividen tahunan. Kendati demikian, Oktavianus memperkirakan IHSG pada awal pekan depan berpeluang melemah dan bergerak di kisaran level support 8.870 dan resistance 9.009.

"Pasar akan dipengaruhi oleh sejumlah sentimen global dan domestik yang berpotensi menahan laju penguatan indeks," ujar Oktavianus kepada CNNIndonesia.com, Minggu (11/1).

Ia menjelaskan beberapa sentimen yang diperkirakan memengaruhi pergerakan pasar antara lain berlanjutnya depresiasi nilai tukar rupiah yang telah menyentuh level Rp16.800 per dolar AS.

Selain itu, penguatan harga komoditas masih berlanjut, dengan emas naik hingga level US$4.470 per ounce dan perak mencapai US$77 per ounce yang dinilai akan berkorelasi positif terhadap emiten terkait.

Di sisi lain, meningkatnya tensi geopolitik global juga menjadi perhatian pelaku pasar. Konflik Rusia-Ukraina yang masih berlangsung, intervensi Amerika Serikat (AS) ke Venezuela hingga Greenland, serta gejolak internal di Iran dinilai berpotensi memberikan dampak negatif terhadap harga komoditas energi dan pangan.

Menurutnya, kondisi tersebut juga mendorong investor untuk lebih berhati-hati dan cenderung mengalihkan dana ke aset yang lebih aman.

Berdasarkan analisis teknikal, Oktavianus pun merekomendasikan beberapa saham yang bisa dikoleksi. Pertama, saham PT Archi Indonesia Tbk atau ARCI yang ditutup menguat 4,31 persen ke posisi 1.695 pada pekan lalu. Oktavianus memproyeksi ARCI dapat menyentuh level 1.900 pada pekan ini.

Kedua, saham PT Hartadinata Abadi Tbk atau HRTA yang ditutup menguat 7,21 persen ke posisi 2.380 pekan lalu. Oktavianus memproyeksi HRTA dapat menyentuh level 2.790 pada pekan ini.

Sementara itu, Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai pergerakan IHSG pada pekan depan masih berpotensi berlangsung volatil.

Ia memperkirakan indeks akan bergerak dengan level support di 8.806 dan resistance di 8.996 seiring masih adanya sejumlah sentimen global yang memengaruhi pasar.

Menurut Herditya, volatilitas tersebut antara lain dipicu oleh rilis data inflasi dari AS dan China yang akan menjadi perhatian pelaku pasar. Selain itu, pergerakan harga komoditas dunia dalam jangka pendek juga diperkirakan cenderung melemah, sehingga berpotensi menekan laju penguatan indeks.

"IHSG pada pekan depan masih rawan bergerak volatil dengan support di 8.806 dan resistance di 8.996," ujar Herditya.

Ia pun menyarankan investor dapat mencermati beberapa saham dari emiten ia rekomendasikan. Herditya merekomendasikan saham PT Bumi Resources Tbk atau BUMI yang ditutup menguat 0,43 persen level 462 pada pekan lalu. Ia memproyeksi BUMI dapat menyentuh level 510 pada pekan ini.

Kemudian, Herditya pun merekomendasikan saham PT Bukit Uluwatu Villa Tbk atau BUVA yang ditutup menguat hingga 15,44 persen ke level 1.720 pada pekan lalu. Ia memproyeksi BUVA dapat menyentuh level 1.900 pada pekan ini.

Catatan Redaksi: Berita ini tidak dibuat untuk merekomendasikan atau tidak merekomendasikan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.

(pta)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK