Pemerintah Kerek Margin Fee Bulog Jadi 7 Persen
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas menyebut margin fee keuntungan Perum Bulog disetujui naik menjadi 7 persen.
Zulhas mengatakan kenaikan margin fee tersebut untuk mendukung Bulog memenuhi program beras murah atau SPHP satu harga di seluruh Indonesia.
"Dihitung-hitung antara Menteri Keuangan, dari BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) ketemu angka 10 persen diminta, tapi disetujuinya 7 persen nanti ngambil fee. Itu untuk, utamanya, menjamin agar harga beras satu harga di seluruh Indonesia," ujar Zulhas dalam konferensi pers rapat koordinasi terbatas di kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta Pusat, Senin (12/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, sambung Zulhas, Bulog hanya mendapat Rp50 per kg beras yang disalurkan. Dengan kenaikan margin, ia berharap kondisi keuangan Bulog mumpuni untuk melaksanakan program beras SPHP satu harga.
Lihat Juga : |
"Kalau sekarang kan Bulog tidak ada, tidak ngambil apa-apa. Hanya 50 rupiah, jadi buat gajinya kadang-kadang kurang, nggak cukup," tambahnya.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengusulkan margin fee naik menjadi 10 persen dalam menjalankan penugasan pemerintah.
Usulan kenaikan margin fee dinilai sebagai langkah suportif atas beban penugasan publik kepada Bulog yang terus meningkat.
Rizal menyebut usulan kenaikan margin fee 10 persen mengacu terhadap asas kesetaraan yang merujuk pada skema penugasan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) strategis lainnya, seperti PLN dan Pertamina. Kedua BUMN itu memperoleh margin fee sebesar 10 persen dalam menjalankan penugasan pemerintah.
"Nah saya nggak minta penghargaan yang lain-lain, saya cuma minta reward-nya supaya Bulog itu menjadi lebih bagus. Dan saya lihat di BUMN lain itu juga ada reward-nya ada sama kaya PLN, bahkan Pertamina itu marginnya sampai 10 persen. Nah saya mengajukan itu margin itu. Kemarin saya udah mengajukan ke Pak Mentan, Pak Mentan sudah setuju, tapi diminta dirapatkan di rakortas (rapat koordinasi terbatas)," ujar Rizal di Kantor Bulog, Jakarta Selatan, Senin (29/12) dikutip Detikfinance.
Ia mengungkapkan margin Bulog hanya sebesar Rp50 per kg telah berlangsung selama belasan tahun. Padahal, Bulog memegang peran besar untuk mengendalikan harga pangan agar terjangkau di seluruh Indonesia.
Rizal menambahkan apabila usulan kenaikan margin 10 persen nantinya disetujui, maka keuntungan yang diperoleh Bulog diproyeksi mencapai Rp2,1 triliun.
Selama ini, dengan margin pengadaan Rp50 per kg, selisih keuntungannya dari penugasan pemerintah hanya Rp150 miliar, dengan proyeksi kerugian mencapai Rp900 miliar.
"Masa sekian tahun, dari 2014 sampai 2025, berarti 11 tahun tidak pernah ada perubahan. Ini malah minus, hampir Rp900 miliar. Nah itu, makanya kita masih minus Rp900 miliar, Bayangkan. Ya makanya supaya tidak minus itu, kita minta marginnya dinaikkan," ungkapnya.
(fln/sfr)