Bulog Tekankan Beras Satu Harga Rp11 Ribu per Kg Cuma untuk SPHP

CNN Indonesia
Senin, 12 Jan 2026 20:34 WIB
Direktur Umum Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menekankan beras satu harga hanya berlaku untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Direktur Umum Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menekankan beras satu harga di seluruh Indonesia hanya berlaku untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adi Ibrahim).
Jakarta, CNN Indonesia --

Direktur Umum Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menekankan beras satu harga di seluruh Indonesia hanya berlaku untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), bukan jenis premium yang diproduksi swasta.

Rizal menjelaskan beras SPHP tersebut akan dijual ke pengecer dari gudang Bulog seharga Rp11 ribu per kilogram (kg). Namun, pengecer tetap menjualnya dengan harga eceran tertinggi (HET), yakni Rp12.500 per kg.

"Kami sudah menghitung dengan staf-staf kami bahwa untuk merencanakan beras satu harga dari Sabang sampai Merauke adalah beras SPHP, bukan beras premium," ujar Rizal usai rapat koordinasi terbatas di kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta Pusat, Senin (12/1).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia juga memastikan harga penjualan dari gudang sudah termasuk margin 7 persen yang telah disetujui.

"Sudah, itu keluar gudang, keluar gudang itu dari Gudang bulog, jadi konsumen atau mohon maaf para pengecer itu mendapat keuntungan Rp1.500 (per kg)," jawab Rizal.

Dalam rapat tersebut, sambung Rizal, pemerintah juga dukungan dana tambahan untuk Bulog sebesar Rp39,1 triliun melalui skema pinjaman Operator Investasi Pemerintah (OIP). Angka tersebut untuk mendukung pengadaan cadangan pangan pemerintah (CPP) sebanyak 4 juta ton beras dan 1 juta ton jagung.

"Terkait dengan kesepakatan dari hasil rakortas (rapat koordinasi terbatas) adalah dukungan tambahan dana bulog untuk pengadaan beras 4 juta ton, dan 1 juta ton jagung itu mendapat dukungan Rp39,1T dengan skema pinjaman OIP dengan bunga rendah," bebernya.

Saat dikonfirmasi terkait waktu penerapan program beras satu harga, Rizal menyampaikan akan hal tersebut akan dibahas lebih lanjut dengan pihak-pihak terkait.

Kendati demikian, ia menjelaskan hal tersebut telah disetujui oleh Presiden Prabowo Subianto, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman.

"Tapi pada dasarnya Bapak Presiden (Prabowo Subianto) setuju, Bapak Menko (Zulkifli Hasan) setuju, Bapak Menteri Pertanian (Amran Sulaiman) setuju konsep tersebut. Nanti tinggal kita tinggal mengarah menunggu marginnya, kan belum turun nih, duitnya kan untuk subsidi silangnya kan belum bisa, kan tunggu anggarannya dulu, loh," jelas Rizal.

Zulhas sebelumnya menyebut margin fee keuntungan Perum Bulog disetujui naik menjadi 7 persen.

Kenaikan margin fee tersebut untuk mendukung Bulog memenuhi program beras murah atau SPHP satu harga di seluruh Indonesia.

"Dihitung-hitung antara Menteri Keuangan, dari BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) ketemu angka 10 persen diminta, tapi disetujuinya 7 persen nanti ngambil fee. Itu untuk, utamanya, menjamin agar harga beras satu harga di seluruh Indonesia," ujar Zulhas dalam konferensi pers rapat koordinasi terbatas di kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta Pusat, Senin (12/1).

Saat ini, sambung Zulhas, Bulog hanya mendapat Rp50 per kg beras yang disalurkan. Dengan kenaikan margin, ia berharap kondisi keuangan Bulog mumpuni untuk melaksanakan program beras SPHP satu harga.

[Gambas:Video CNN]

(fln/sfr)