Pemerintah Siapkan Rp101 T untuk Remajakan Teknologi Tekstil

CNN Indonesia
Selasa, 13 Jan 2026 20:45 WIB
Pemerintah menyiapkan dana sekitar US$6 miliar atau setara Rp101,25 triliun (asumsi kurs Rp16.874 per dolar AS) untuk peremajaan teknologi industri tekstil. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah menyiapkan dana sekitar US$6 miliar atau setara Rp101,25 triliun (asumsi kurs Rp16.874 per dolar AS) untuk peremajaan teknologi industri tekstil. Hal itu untuk menjaga keberlangsungan sektor padat karya yang menyerap jutaan tenaga kerja.

Kebijakan ini diarahkan agar industri tekstil tetap kompetitif dan investasi tetap berjalan di tengah dinamika global.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan dukungan pendanaan tersebut ditujukan untuk menjaga sektor tekstil yang menjadi salah satu tulang punggung penyerapan tenaga kerja nasional.

"Pemerintah akan menyiapkan dana sekitar US$6 billion itu untuk menjaga agar teknologinya tetap bersaing dan investment-nya tetap berjalan terutama produk tekstil. Karena itu mempekerjakan 5 juta tenaga kerja yang tetap punya potensi naik sampai 7 juta tenaga kerja," ujar Airlangga dalam acara Road to Jakarta Food Security Summit di Menara Kadin, Jakarta Selatan, Selasa (13/1).

Ia menyebutkan arahan kebijakan tersebut berasal dari Presiden Prabowo Subianto yang meminta sektor berbasis padat karya tetap dijaga.

"Bapak Presiden terus mengingatkan bahwa yang labor intensive base harus tetap dijaga," ujarnya.

Menurut Airlangga, strategi pembangunan industri tidak hanya berfokus pada sektor berbasis modal besar, tetapi industri padat karya juga harus dijaga.

Pemerintah menilai keseimbangan antara industri padat modal dan padat karya diperlukan untuk menjaga stabilitas ekonomi dan lapangan pekerjaan. Ia menambahkan secara global permintaan terhadap produk sandang masih akan bertahan.

"Karena dunia isinya 8 miliar orang dan dari 8 miliar orang semuanya pakai baju. Dan yang 8 miliar orang itu semuanya saya lihat di sini pakai sepatu. Jadi aman juga untuk industri sepatu," katanya.

Presiden Prabowo sebelumnya menggelar rapat terbatas bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih yang membahas agenda strategis penguatan industri nasional, termasuk industri tekstil dan garmen.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan dalam pertemuan tersebut Prabowo meminta adanya penguatan industri tekstil dan garmen nasional sebagai bagian dari strategi menjaga sektor padat karya.

Menurut Teddy, salah satu langkah yang diminta Sang Kepala Negara adalah revitalisasi rantai pasok industri tekstil.

"Salah satunya adalah dengan melakukan revitalisasi rangkaian supply chain," ungkapnya dalam keterangan resmi, Minggu (11/1) lalu.

(del/sfr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK