ATR/BPN Siapkan 194 Ribu Hektare Lahan untuk Hunian Korban Sumatra
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid menyiapkan sekitar 194 ribu hektare (ha) lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) sebagai calon lokasi hunian tetap (huntap) bagi korban bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Lahan tersebut berasal dari HGU yang telah ditetapkan sebagai tanah telantar maupun HGU yang masa berlakunya berakhir dan dinilai aman dari risiko bencana.
"Di Aceh ada 52 HGU yang luasnya 81.551 ha yang ada di 18 kabupaten/kota. Ini berpotensi bisa menjadi hunian tetap tinggal nanti kebutuhan berapa kami menunggu dari Pak Satgas (PKH)," ujar Nusron dalam Rapat Kerja dengan Komisi II DPR RI, Jakarta Pusat, Senin (19/1).
Di Provinsi Aceh, Nusron memaparkan terdapat 52 HGU terdampak di radius 1 kilometer (km) hingga 5 km dari lokasi banjir. Dari luasan tersebut, sekitar 80.047 ha telah masuk dalam penetapan dan penertiban tanah terlantar.
Selain itu, terdapat 10 HGU seluas 2.546 ha yang telah ditetapkan terlantar dan berada di radius hingga 1 km dari lokasi bencana. Pemerintah juga mencatat dua HGU seluas 1.503 ha yang masa berlakunya berakhir serta satu HGU seluas 178 ha yang berada di radius 1 km dari lokasi bencana.
"Jadi artinya seandainya nanti untuk huntap ingin menggunakan eks HGU maupun HGU yang jaraknya 1 km aman kita sudah siapkan," kata Nusron.
Sementara di Provinsi Sumatra Utara, pemerintah mengidentifikasi potensi 18 HGU seluas 24.418 ha yang dapat dialokasikan untuk hunian tetap. Dari jumlah itu, 15 HGU seluas 22.771 ha telah ditetapkan dalam penertiban tanah, serta tiga HGU seluas 1.647 ha yang masa berlakunya berakhir dan dinilai siap digunakan.
"Di Provinsi Sumatra Utara terdapat potensi HGU sebanyak 18 HGU seluas 24.418 ha yang dapat berpotensi menjadi hunian tetap," ujar Nusron.
Adapun di Provinsi Sumatra Barat, potensi lahan untuk hunian tetap berasal dari 33 HGU seluas 88.445 hektare. Dari jumlah tersebut, 30 HGU telah ditetapkan sebagai tanah telantar.
Pemerintah juga mencatat dua HGU seluas 1.249 ha berada di radius 1 km dari lokasi bencana, tiga HGU seluas 835 ha yang masa berlakunya berakhir, serta dua HGU seluas 514 ha yang berada di radius 1 km dan dinilai aman.
"Sehingga kesimpulan baik Aceh, Sumatra Utara maupun Sumatra Barat untuk tanah untuk huntap insya Allah siap," kata Nusron.
Jika digabungkan, total potensi lahan dari tiga provinsi tersebut mencapai sekitar 194.414 hektare yang disiapkan sebagai cadangan lokasi hunian tetap bagi warga terdampak bencana.
(del/ins)