Menaker Bakal Evaluasi Program Magang Nasional Pasca 4 Bulan Berjalan

CNN Indonesia
Rabu, 21 Jan 2026 19:50 WIB
Menaker Yassierli bakal mengevaluasi program magang nasional setelah 4 bulan berjalan sejak Oktober 2025. (FOTO/Dokumentasi Kemnaker).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengatakan program magang nasional, yang telah dilaksanakan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) sejak Oktober 2025, akan dievaluasi setelah 4 bulan berjalan.

Yassierli mengatakan saat ini program magang nasional hanya dievaluasi secara kualitatif sejalan dengan peninjauan yang dilakukan saat pelaksanaan magang.

"Kami berencana, sesudah 4 bulan, atau mendekati bulannya ke-5, kita akan lakukan evaluasi secara komprehensif, saat ini baru evaluasi-evaluasi kualitatif, sejalan dengan peninjauan-peninjauan yang kami lakukan, saat pelaksanaan magang," ujar Yassierli dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Rabu (21/1).

Berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan tersebut, ia menyebut program tersebut memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan keterampilan lulusan perguruan tinggi.

Yassierli juga menyampaikan pihaknya akan terus mendorong perusahaan agar memberikan sertifikat kompetensi kepada peserta, usai menjalankan magang selama 6 bulan.

"Sertifikat sifatnya opsional, tapi kami terus akan dorong perusahaan untuk memberikan sertifikat kepada peserta magang sesudah mereka 6 bulan, itu adalah sertifikat kompetensi," katanya.

Diketahui program magang nasional telah diikuti oleh 100 ribu peserta dalam 3 batch selama 6 bulan yang dilaksanakan di perusahaan swasta dan instansi pemerintah.

Selain mengikuti magang, Kemnaker juga memfasilitasi pelatihan berbagai soft skill yang bisa diikuti peserta magang nasional. Pelatihan tersebut langsung dikelola oleh Kemnaker dan bersifat opsional.

"Mereka juga mendapatkan pembelajaran langsung terkait dengan soft skill, seperti design Thinking, Emotional Intelligence, Self-Efficacy, Cross-Cultural Collaboration, Digital Disruption Transformation, Service Orientation, dan Social Influence," terang Yassierli.

(fln/ins)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK