Bos Bulog Ngaku Modal Kopdes Merah Putih Terbatas, Ini Akibatnya
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan keterbatasan modal kerja koperasi menjadi salah satu faktor yang menahan laju penjualan Bulog melalui Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih.
Hingga pertengahan Januari 2026, nilai penjualan Bulog ke jaringan koperasi tersebut tercatat baru mencapai Rp7,2 miliar.
"Per 16 Januari 2026, total penjualan Bulog pada Koperasi Desa Merah Putih mencapai Rp7,2 miliar," ujar Rizal dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (21/1).
Rizal menjelaskan posisi Bulog dalam pengembangan Kopdes Merah Putih bersifat strategis dan mencakup dua sisi rantai pasok.
Lihat Juga : |
Di sisi hulu, Bulog bertindak sebagai offtaker yang menyerap hasil panen gabah maupun beras dari koperasi desa. Sementara di sisi hilir, koperasi menjadi mitra Bulog dalam mendistribusikan cadangan pangan pemerintah, seperti beras SPHP, jagung, kedelai, hingga produk komersial Bulog lainnya.
Meski penjualan terbaru relatif terbatas, Rizal menyebut secara kumulatif kinerja penjualan Bulog melalui koperasi desa menunjukkan tren positif. Hingga 31 Desember 2025, total penjualan Bulog ke Kopdes Merah Putih telah mencapai Rp61,3 miliar.
Bulog juga mencatat jaringan koperasi yang tergabung dalam Rumah Pangan Kita (RPK) terus berkembang. Saat ini terdapat 2.683 titik Kopdes Merah Putih yang terdaftar sebagai mitra Bulog. Namun, dari jumlah tersebut, baru sekitar 464 koperasi yang aktif melakukan pemesanan.
"Tentu ada tantangan dalam pengembangan ini, terutama terkait dengan keterbatasan modal kerja koperasi, infrastruktur penyimpanan atau outlet yang belum memadai, serta kesiapan sumber daya manusia dan digitalisasi pencatatan," kata Rizal.
Untuk mengatasi kendala tersebut, Bulog menyatakan akan terus melakukan pendampingan kepada koperasi desa agar dapat tumbuh sebagai pilar distribusi pangan yang lebih andal.
Tahun ini Bulog menargetkan lebih banyak koperasi aktif bertransaksi agar peran Koperasi Desa Merah Putih dalam menjaga pasokan dan stabilitas pangan semakin kuat.
"Kami akan terus melakukan pendampingan agar koperasi dapat tumbuh dapat tumbuh menjadi pilar distribusi pangan yang andal ke depan," tutur dia lebih lanjut.
(del/ins)