Trump Batalkan Tarif ke Eropa Usai 'Ngobrol' Bareng NATO, Kok Bisa?

CNN Indonesia
Kamis, 22 Jan 2026 11:32 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membatalkan pengenaan tarif ke Eropa sebagai upaya mewujudkan hasrat AS untuk mencaplok Greenland. (AFP/MANDEL NGAN).
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menarik ancaman pengenaan tarif ke Eropa sebagai upaya mewujudkan hasrat AS untuk mencaplok Greenland. 

Pengumuman tersebut datang beberapa jam setelah pidato Trump di Forum Ekonomi Dunia (WEF) Davos, Rabu (21/1).

Dia beberapa kali menyampaikan bahwa AS membutuhkan Greenland untuk keamanan nasional dan global.

Keputusan Trump pencabutan tarif di Eropa dan kekuatan militer dari Greenland sejalan dengan tercapainya kesepakatan kerangka kerja antara AS dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte tentang Greenland, di Davos.

Trump mengatakan mereka mencapai "kerangka kesepakatan masa depan sehubungan dengan Greenland" dengan menggambarkan adanya diskusi produktif. Dia menyatakan potensi kesepakatan tersebut akan menguntungkan AS dan semua anggota NATO.

"Berdasarkan pemahaman ini, saya tidak akan mengenakan tarif yang dijadwalkan berlaku pada 1 Februari," tulis Trump di Truth Social, mengutip Euronews.

Trump juga membantah kemungkinan AS menggunakan kekuatan militer untuk mengambil alih kendali pulau Arktik tersebut.

Di sisi lain, Rutte telah mendesak adanya diplomasi bijaksana selama pidatonya di Davos, Rabu (21/1). Dia mengakui ketegangan dalam aliansi sambil menyatakan komitmen untuk menemukan solusi di Greenland.

Beberapa hari sebelum WEF, Trump mengumumkan kenaikan tarif dari 10 persen mulai 1 Februari untuk barang-barang dari Prancis, Jerman, Inggris, Denmark, Swedia, Norwegia, Belanda, dan negara kedelapan, menjadi 25 persen pada Juni mendatang jika AS gagal memiliki Greenland.

Trump menuntut agar bea masuk tetap diberlakukan sampai negara-negara Eropa mendukung upaya AS mengakuisisi Greenland dari Denmark.

Ancaman tarif tersebut telah memicu pertemuan darurat Uni Eropa yang dijadwalkan pada Kamis (22/1) dan diskusi tentang langkah-langkah pembalasan.

Presiden Prancis Emmanuel Macron telah menganjurkan pengaktifan instrumen anti-koersi Uni Eropa, sementara Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen memperingatkan respons blok tersebut akan tegas, bersatu, dan proporsional dalam menyikapi serangan AS.

Selain itu, kampanye Trump di Greenland turut membuka jurang terdalam antara Washington dan sekutu-sekutu Eropanya dalam beberapa dekade.

(ins/pta)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK