Rupiah Menguat ke Rp16.896 per Dolar AS Imbas Sentimen Greenland
Nilai tukar rupiah berada di level Rp16.896 per dolar AS pada Kamis (22/1) sore. Mata uang Garuda menguat 40 poin atau 0,24 persen dari perdagangan sebelumnya.
Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp16.902 per dolar AS.
Mata uang di kawasan Asia bergerak bervariasi. Yen Jepang melemah 0,23 persen, baht Thailand melemah 0,51 persen, yuan China menguat 0,22 persen, peso Filipina menguat 0,77 persen, dan won Korea Selatan menguat 0,42 persen.
Dolar Singapura juga menguat 0,20 persen dan dolar Hong Kong terpantau stagnan pada penutupan perdagangan sore ini.
Sedangkan, mata uang utama negara maju juga kompak berada di zona hijau. Tercatat euro Eropa menguat 0,13 persen, poundsterling Inggris menguat 0,07 persen, dan franc Swiss menguat 0,18 persen.
Dolar Australia menguat 0,12 persen, dan dolar Kanada juga menguat 0,18 persen.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan penguatan rupiah ditopang oleh sentimen risk on oleh harapan pada pembicaraan seputar Greenland.
"Rupiah juga didukung oleh retorika BI kemarin Rabu yang less dovish. Namun penguatan masih terbatas mengingat sentimen negatif domestik seputar independensi BI dan defisit fiskal masih membayangi," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.
(ldy/sfr)