Rupiah Menguat Tipis ke Rp16.768 per Dolar AS Sore Ini
Nilai tukar rupiah berada di level Rp16.768 per dolar AS pada Selasa (27/1) sore. Mata uang Garuda menguat 14 poin atau 0,08 persen dari perdagangan sebelumnya.
Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp16.801 per dolar AS.
Mayoritas mata uang di kawasan Asia bergerak di zona merah. Yen Jepang melemah 0,39 persen, baht Thailand melemah 0,01 persen, yuan China melemah 0,04 persen, peso Filipina melemah 0,18 persen, dan won Korea Selatan melemah 0,52 persen.
Dolar Singapura menguat 0,02 persen dan dolar Hong Kong terpantau melemah 0,03 persen pada penutupan perdagangan sore ini.
Sementara itu, mata uang utama negara maju juga kompak berada di zona merah. Tercatat euro Eropa melemah 0,19 persen, poundsterling Inggris melemah 0,06 persen, dan franc Swiss melemah 0,10 persen.
Dolar Australia melemah 0,12 persen, dan dolar Kanada juga melemah 0,15 persen.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong melihat rupiah menguat setelah pasar mencermati independensi Bank Indonesia setelah Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono menjadi Deputi Gubernur.
"Rupiah menguat terhadap dolar AS oleh meredanya sentimen negatif seputar independensi BI, dengan investor mengalihkan fokus pada FOMC (Rapat Dewan Gubernur Bank Sentral AS) besok. Penguatan rupiah juga diduga oleh intervensi BI," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.
(ldy/ins)