Aksi Kementrans Pulihkan Kawasan Transmigrasi di Aceh dan Sumbar

Kementerian Transmigrasi | CNN Indonesia
Rabu, 28 Jan 2026 12:21 WIB
Kementrans juga menjalankan aksi solutif menggunakan anggaran yang telah dialihkan untuk penanganan bencana, serta membantu di lokus-lokus transmigrasi.
(Foto: arsip Kementrans)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Transmigrasi (Kementrans) memastikan keterlibatan dalam implementasi fungsi Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Sekalipun tak termasuk Tim Pengarah dan Tim Pelaksana, Kementrans tetap bertanggung jawab atas kawasan transmigrasi dan lokasi eks transmigrasi yang terdampak.

Kementrans sigap menyalurkan bantuan makanan, obat-obatan, dan kebutuhan lainnya bagi masyarakat dari berbagai titik pendistribusian langsung. Kementrans juga menjalankan aksi solutif menggunakan anggaran yang telah dialihkan untuk penanganan bencana, serta memberikan bantuan di lokus-lokus transmigrasi, dan dukungan tambahan kepada kementerian/lembaga lain.

Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi menyatakan, titik kawasan transmigrasi terdampak bencana berlokasi di Aceh dan Sumatra Barat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Adanya tanggung jawab moral terhadap kelangsungan hidup warga transmigran pascabencana di Aceh dan Sumatra Barat, Kementrans secara terbuka menerima usulan rehabilitasi dari pemerintah daerah," kata Viva Yoga.

Mayoritas pemerintah daerah disebut meminta perbaikan infrastruktur di lokasi bencana yang mengalami kerusakan, sehingga berdampak terhadap pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

"Selain usulan perbaikan infrastruktur, kami juga menerima permohonan pelaksanaan transmigrasi lokal dari Gubernur Sumatra Barat dengan calon lokasi penempatan di Padang Tarok, Kabupaten Sijunjung sebanyak 60 Kepala Keluarga (KK)," ujar Viva Yoga.

"Permohonan ini sedang kami tindaklanjuti, agar ke depannya masyarakat yang direlokasi mendapatkan lokasi permukiman baru yang layak dan aman untuk dihuni dan melanjutkan kehidupannya pasca bencana yang terjadi," tambahnya.

Saat ini, dukungan terhadap pemulihan pascabencana yang dilakukan Kementrans termasuk pembangunan dapur umum. Kementrans telah mengirimkan 17 paket bantuan ke lokasi eks transmigrasi yang ada di Kabupaten Bener Meriah dan Kabupaten Aceh Utara.

Lalu, pembangunan sarana air bersih. Merespons kerusakan yang terjadi memutus banyak saluran air bersih dan mengganggu kebutuhan akan air bersih, Kementrans pun membangun sarana air bersih di beberapa titik wilayah.

"Rencana pembangunan sarana air bersih ini menggunakan sumur bor kedalaman 40 meter dengan pompa submersible", kata Viva Yoga.

Lebih jauh, Kementrans menyampaikan terima kasih atas aspirasi masyarakat Aceh untuk kebutuhan sarana air bersih di lokasi transmigrasi dan eks transmigrasi yang terdampak bencana.

"Sebagai tindak lanjut, kami akan melakukan exercise anggaran untuk menentukan jumlah sumur bor yang akan diakomodasi," kata Wamentrans.

Viva Yoga menegaskan, Kementrans akan selalu mendukung penanganan bencana di wilayah-wilayah terdampak pada kawasan transmigrasi.

(rea/rir)


[Gambas:Video CNN]