Purbaya Temukan Indikasi 10 Raksasa Sawit Manipulasi Ekspor CPO

CNN Indonesia
Kamis, 05 Feb 2026 13:43 WIB
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan ada 10 raksasa perusahaan sawit yang teriindikasi melakukan modus ekspor crude palm oil (CPO).
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan ada 10 raksasa perusahaan sawit yang teriindikasi melakukan modus ekspor crude palm oil (CPO). (FOTO:ANTARA/Dhemas Reviyanto).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan ada 10 raksasa perusahaan sawit yang teriindikasi melakukan modus ekspor crude palm oil (CPO). 

Berdasarkan hasil penelusuran awal, Purbaya menyampaikan bahwa pemerintah telah memeriksa sekitar 10 perusahaan besar dan menemukan indikasi manipulasi nilai ekspor secara signifikan.

"Kita sekarang bisa dapat data itu. Data kapal per kapal ada manipulasi yang cukup luar biasa," jelas Purbaya dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (4/2).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bendahara Negara tersebut mengatakan pemerintah tengah mendalami apakah data transaksi di negara tujuan ekspor dapat digunakan sebagai alat bukti di pengadilan.

Meskipun begitu, Menkeu menegaskan kalau pemerintah telah mengantongi bukti awal yang kuat untuk menindaklanjuti temuan tersebut.

Selain itu, Purbaya juga menjelaskan modus yang dilakukan pengusaha dalam mengekspor CPO. Salah satunya, pengusaha memanipulasi data negara tujuan ekspor.

Dia mencontohkan, pengusaha mengekspor CPO ke negara tujuan seperti Amerika Serikat (AS), namun transaksi dilaporkan seolah-olah hanya sampai negara transit seperti Singapura.

Alhasil, akibat aktivitas tersebut nilai ekspor yang dilaporkan ke Indonesia diduga jauh lebih rendah dari harga sebenarnya di negara tujuan akhir.

"Yang dilaporkan ke kita yang ke Singapura saja. Harga yang dilaporkan rata-rata setengah dari harga yang di Amerika. Untungnya diambil di perusahaan perantara di Singapura," ujar Purbaya.

Menurutnya, praktik tersebut terdeteksi setelah Kementerian Keuangan memanfaatkan sistem digital dan kecerdasan buatan (AI) untuk mencocokkan data lintas negara.

Modus manipulasi ekspor CPO didapati Purbaya ketika pemerintah tengah berusaha memperkuat pengawasan di sektor kepabeanan dan perpajakan.

"Jadi saya harus betul-betul mempraktikkan instrumen pajak dan bea cukai untuk mengurangi kebocoran dan mendeteksi under-invoicing semaksimal mungkin," tegasnya.

[Gambas:Video CNN]

(ins/pta)