MRT Mulai Kaji Pembangunan Jalur Kembangan-Balaraja

CNN Indonesia
Jumat, 06 Feb 2026 07:30 WIB
PT MRT Jakarta (Perseroda) mulai melakukan kajian terkait pembangunan MRT lintas Timur-Barat Fase 2 yang menghubungkan Kembangan hingga Balaraja.
PT MRT Jakarta (Perseroda) mulai melakukan kajian terkait pembangunan MRT lintas Timur-Barat Fase 2 yang menghubungkan Kembangan hingga Balaraja. Ilustrasi. (CNN Indonesia/ Adi Ibrahim).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT MRT Jakarta (Perseroda) mulai melakukan kajian terkait pembangunan MRT lintas Timur-Barat Fase 2 yang menghubungkan Kembangan hingga Balaraja.

Hal itu ditandai dengan penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan Pemprov Banten terkait pengembangan MRT Lintas Timur-Barat Fase 2 rute Kembangan-Balaraja pada Rabu (4/2) lalu.

Direktur PT MRT Jakarta Tuhiyat mengatakan kajian tersebut diperkirakan selesai dalam waktu 8 sampai 10 bulan ke depan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang tadi ditandatangani adalah dalam rangka untuk membuat kajian dulu. Kajian itu kurang lebih sekitar antara 8 sampai 10 bulan selesai," ujar Tuhiyat usai penandatangan MoU di Gedung Balai Kota, Jakarta Pusat.

Ada tiga hal yang akan dikaji, yakni kelembagaan, keuangan, kemudian teknis.

Tuhiyat berharap kajian ini dapat membantu kelancaran perencanaan pelembagaan dan keuangan dalam pembangunan jalur sejauh 30 kilometer (km) tersebut.

"Harapannya studi ini dapat membantu Kementerian Perhubungan Republik Indonesia untuk kelancaran perencanaan, baik perencanaan kelembagaan maupun perencanaan keuangan di Lintas Timur-Barat fase kedua kurang lebih sepanjang 30 kilometer dari Kembangan menuju Balaraja," ujar Tuhiyat.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan Nota Kesepahaman ini penting guna memudahkan pembangunan yang berorientasi Transit Oriented Development (TOD) dengan para pengembang.

Selain itu, Pramono juga mengatakan hal ini akan meringankan kedua daerah dalam hal pembiayaan pembangunannya.

"Yang kedua tentunya, ini semacam simbiosis mutualisme, saling menguntungkan antara Pemerintah Jakarta, Pemerintah Banten, Pengembang, dan MRT sendiri dalam hal pembiayaan dan sebagainya," katanya.

Terkait kajian proyek baru itu, Gubernur Banten Ahmad Soni berterima kasih ke Pemerintah Provinsi DKI Jakarta karena mau bekerja sama dalam hal transportasi.

"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jakarta yang terus mengajak kami dalam sebuah upaya menciptakan moda pengelolaan moda transportasi di wilayah perbatasan," ujar Soni.

[Gambas:Video CNN]

(fam/sfr)