CT Yakin Ekonomi RI Bisa Tumbuh 8 Persen, Dorong Transformasi

CNN Indonesia
Selasa, 10 Feb 2026 11:27 WIB
Chairman CT Corp Chairul Tanjung (CT) optimistis perekonomian Indonesia mampu tumbuh hingga 8 persen. (CNBC Indonesia/Tri Susilo).
Jakarta, CNN Indonesia --

Chairman CT Corp Chairul Tanjung (CT) optimistis perekonomian Indonesia mampu tumbuh hingga 8 persen.

Namun, ia menegaskan target ambisius tersebut hanya dapat dicapai jika Indonesia melakukan perubahan mendasar dalam struktur ekonominya, terutama melalui transformasi sektoral yang ditopang inovasi dan teknologi.

"Bisakah kita tumbuh 8 persen? Saya katakan bisa. Cuma caranya yang harus dilakukan untuk kita bisa tumbuh 8 persen," ujar CT dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2026, di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2).

Menurut CT, pertumbuhan ekonomi tinggi bukan hal baru bagi Indonesia. Pada 1995, Indonesia pernah mencatatkan pertumbuhan sebesar 8,22 persen.

Kendati demikian, ia menyadari kondisi pendorong pertumbuhan saat ini jauh berbeda dibandingkan era tersebut.

Saat ini, struktur ekonomi Indonesia masih ditopang sektor pertanian yang menyerap tenaga kerja besar, tetapi berkontribusi relatif kecil terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, pada 2025 sektor pertanian menyerap sekitar 28 persen tenaga kerja nasional, tetapi hanya menyumbang sekitar 13,1 persen terhadap PDB.

Sebaliknya, sektor industri hanya menyerap sekitar 13,9 persen tenaga kerja, namun kontribusinya terhadap PDB mencapai 19,1 persen. Adapun sektor jasa, termasuk teknologi informasi, keuangan, dan kesehatan, menyerap sekitar 3,6 persen tenaga kerja dengan kontribusi terhadap PDB mencapai 13,9 persen.

Melihat hal itu, CT menilai pergeseran tenaga kerja dari sektor pertanian ke sektor industri dan jasa akan memberikan lonjakan nilai tambah yang signifikan.

Perpindahan ke sektor industri dapat meningkatkan nilai tambah hingga empat kali lipat, sementara ke sektor jasa bahkan bisa mencapai tujuh hingga delapan kali lipat.

"Dari pertanian ke sektor industri ada added value 4 kali lipat. Sementara masuk lagi ke sektor jasa, itu tumbuhnya itu bisa 4 kali lipat Jadi dari pertanian ke sektor jasa Itu sekitar 7-8 kali lipat," ucapnya.

Karena itu, CT mendorong transformasi ekonomi nasional dari sektor berbasis sumber daya alam menuju industri, ekonomi berbasis pengetahuan (knowledge-based), hingga ekonomi berbasis sains (science-based).

"Untuk ini kita perlu melakukan namanya transformasi, Itu dengan bantuan inovasi dan teknologi berkembang dari sektor pertanian menuju industri, menuju knowledge based economy, Dan menuju science based of economy," tegasnya.

CT menambahkan perubahan struktur ekonomi merupakan keniscayaan di tengah dinamika global dan perubahan demografi.

Karenanya, dunia usaha dan pembuat kebijakan harus berani beradaptasi agar Indonesia tidak tertinggal.

"Perubahan adalah sebuah keniscayaan. Oleh karenanya siapa yang tidak berubah dia akan dimakan oleh zamannya," pungkas CT.

(lau/sfr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK