CT Sorot Dedolarisasi Global Kian Nyata, Emas Makin Diburu

CNN Indonesia
Selasa, 10 Feb 2026 12:13 WIB
Pendiri CT Corp Chairul Tanjung (CT) mengungkapkan fenomena dedolarisasi tengah berlangsung di tingkat global. (CNBC Indonesia/Tri Susilo).
Jakarta, CNN Indonesia --

Pendiri CT Corp Chairul Tanjung (CT) mengungkapkan fenomena dedolarisasi tengah berlangsung di tingkat global.

Ia menilai melemahnya nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) dalam beberapa waktu terakhir tidak lepas dari kebijakan Presiden AS Donald Trump.

Menurut CT, pelemahan dolar tersebut merupakan bagian dari strategi ekonomi yang dirancang Trump untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing ekonomi AS, terutama di tengah ketertinggalan pertumbuhan perdagangan dibandingkan China.

"Ini yang dilakukan Trump dan sudah terjadi dedolarisasi. Cadangan devisa di beberapa negara cenderung turun," ujar CT dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2026 di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2).

Berdasarkan data Refinitivindeks dolar AS (DXY) tercatat melemah 0,85 persen dan ditutup di level 96,217 pada perdagangan Selasa (27/1) lalu. Pelemahan tersebut menjadi koreksi harian terdalam sejak April 2025, sekaligus membawa DXY ke level terendah dalam hampir empat tahun atau sejak Februari 2022.

CT menjelaskan, Trump merespons ketertinggalan perdagangan AS dari China dengan meramu kebijakan dedolarisasi yang dibarengi perang tarif dagang (trade war).

Di sisi lain, melemahnya dolar yang selama ini dikenal sebagai aset lindung nilai (safe haven) mendorong pemegang aset global untuk mengalihkan dananya ke instrumen lain, seperti emas maupun mata uang alternatif.

Ia menambahkan lonjakan harga emas dan perak mencerminkan meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar global di tengah ketidakpastian arah kebijakan ekonomi dan dinamika geopolitik dunia.

"Ini juga jawaban emas dan perak naik, karena dolar dulu untuk menyimpan kekayaan, sekarang khawatir terhadap perkembangan dolar ke depan, ini menjawab emas mengapa naik signifikan," terangnya.

(lau/sfr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK