KAI Siap Perpanjang Rute KRL ke 5 Kota Tahun Ini, Mana Saja?
Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria menyebut PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan melakukan elektrifikasi atau perpanjangan jalur KRL ke lima kota pada tahun ini.
Perpanjangan jalur KRL ini sebagai bagian dari upaya mendorong pengembangan kota baru dan penguatan industri perkeretaapian nasional.
Dony mengatakan perpanjangan rute KRL akan dilakukan pada sejumlah jalur strategis, khususnya dari Jakarta menuju daerah penyangga, seperti Jakarta-Cikampek, Jakarta-Sukabumi, dan Jakarta-Rangkasbitung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kereta api, saya meminta mereka untuk melakukan tahun ini saja kita melakukan elektrifikasi di lima kota.Salah satunya di Jakarta, kita akan melakukan elektrifikasi Jakarta Cikampek, Jakarta Sukabumi, Jakarta-Rangkas," ujar Dony dalam acara CNBC Economic Outlook 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (2/10).
Menurutnya, elektrifikasi jalur-jalur ini akan memicu pertumbuhan kawasan-kawasan baru di sepanjang lintasan. Program tersebut harus direalisasikan pada tahun ini.
"Tujuannya apa, dengan kita melakukan elektrifikasi kereta api listrik, ini akan menghidupkan kota-kota baru dan tahun ini harus dilakukan," katanya.
Dony menambahkan investasi yang dibutuhkan untuk program elektrifikasi tersebut relatif tidak besar. Namun, di saat yang sama, kebijakan ini akan menghidupkan kembali industrialisasi nasional, khususnya melalui PT Industri Kereta Api (INKA).
Ia juga menegaskan KAI tidak lagi diperbolehkan mengimpor gerbong maupun lokomotif dan wajib memproduksinya di dalam negeri.
"Saya mewajibkan kereta api itu tidak boleh lagi mengimpor gerbong maupun lokonya. Dia wajib melakukan manufaktur di INKA," tegasnya.
Dony menyebut keberpihakan terhadap industri nasional menjadi kunci keberlangsungan sektor manufaktur dalam negeri. Ia memperkirakan total investasi transformasi perusahaan kereta api mencapai sekitar Rp50 triliun.
"Sementara kita akan menghabiskan kurang lebih total dari proses transformasi daripada perusahaan kereta api kita itu kurang lebih sekitar Rp50 triliun," ucapnya.
(lau/pta)