Tahun 2025, Bank Mandiri Salurkan Bansos ke Lebih dari 7,45 Juta KPM
Bank Mandiri di sepanjang tahun 2024 mencatatkan penyaluran bantuan sosial (bansos) sebesar Rp15,1 triliun kepada lebih dari 7,45 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tersebar di 123 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia melalui skema Program Sembako dan Program Keluarga Harapan (PKH).
Penyaluran bansos itu dilakukan Bank Mandiri secara periodik, sesuai ketentuan pemerintah. Seluruh proses pendataan dan pemutakhiran data penerima manfaat dijalankan reguler melalui mekanisme yang terintegrasi guna memastikan akurasi data serta ketepatan sasaran penyaluran bantuan.
Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan mengatakan, perseroan terus mengakselerasi ekosistem penyaluran bantuan sosial yang terintegrasi untuk memastikan bantuan diterima secara tepat sasaran.
"Kami akan terus mendukung implementasi program-program pemerintah, khususnya yang terkait langsung dengan penyaluran bantuan kepada masyarakat luas, guna memberikan nilai tambah bagi penguatan ekonomi kerakyatan," ujar Riduan dalam keterangan resminya, Selasa (10/2).
Dalam upaya memastikan efektivitas penyaluran bantuan sosial sesuai kebijakan pemerintah, Bank Mandiri aktif memperkuat koordinasi dengan kementerian dan pemangku kepentingan terkait, mulai dari proses pendataan, pemutakhiran data, hingga distribusi kepada keluarga penerima manfaat di berbagai daerah.
Tujuannya, mendukung akurasi dan ketepatan sasaran penyaluran bantuan sosial sekaligus menjaga kredibilitas serta keberlanjutan program perlindungan sosial yang menjadi prioritas pemerintah.
"Melalui koordinasi yang erat dengan kementerian dan pemangku kepentingan, Bank Mandiri memastikan setiap tahapan penyaluran berjalan sesuai ketentuan, mulai dari validasi data hingga distribusi di lapangan, sehingga bantuan dapat diterima masyarakat secara tepat sasaran dan tepat waktu," tutur Riduan.
Penyaluran bansos yang tepat sasaran menjadi bagian dari peran bank berkode emiten BMRI ini dalam menjaga daya beli masyarakat rentan, memperkuat stabilitas konsumsi rumah tangga, serta mendukung akselerasi ekonomi nasional berbasis kerakyatan.
Selain terlibat aktif dalam penyaluran bansos, Bank Mandiri juga aktif mendukung program yang mendorong para penerima bansos segera keluar dari daftar penerima, yakni dengan merintis usaha kecil. Pemerintah menargetkan lebih dari 300 ribu orang dapat lepas dari daftar penerima bansos pada akhir 2026.
Pada triwulan IV/2025, Bank Mandiri menggelar sejumlah kegiatan sosialisasi kepada penerima bansos yang telah memulai usaha kecil, antara lain melalui pemberian materi motivasi, pengelolaan keuangan, serta penguatan kemampuan pemasaran.
"Dukungan terhadap program prioritas pemerintah merupakan komitmen berkelanjutan Bank Mandiri sebagai mitra strategis pemerintah melalui sinergi yang terintegrasi, akselerasi yang bertumbuh, serta penguatan ekosistem BUMN, guna menghadirkan keunggulan berkelanjutan dan memperluas dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat," pungkas Riduan.
Seluruh langkah Bank Mandiri ini sejalan dengan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) tentang perbaikan tingkat ketimpangan di Indonesia. Per September 2025, ketimpangan pengeluaran masyarakat yang diukur melalui Gini Ratio berada di level 0,363 atau turun 0,012 poin dibandingkan Maret 2025.
Pencapaian itu mencerminkan dampak positif kebijakan perlindungan sosial pemerintah, termasuk melalui berbagai program bansos guna menjaga daya beli dan meningkatkan kesejahteraan kelompok rentan. Dalam implementasinya, efektivitas kebijakan perlindungan sosial ditopang oleh lembaga keuangan seperti Bank Mandiri yang menyediakan sistem penyaluran yang andal, terintegrasi, dan menjangkau masyarakat secara luas.
(rea/rir)