Danantara Pastikan Tak Ada PHK Meski Pertamina Lepas Bisnis Nonmigas
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menegaskan tidak akan ada pemutusan hubungan kerja (PHK) meski PT Pertamina melepas seluruh bisnis nonmigas.
Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara Dony Oskaria mengatakan konsolidasi dan spin off bisnis nonmigas yang dilakukan Pertamina tidak akan berdampak pada pengurangan tenaga kerja.
"Tenaga kerjanya kan tadi saya sampaikan, tidak akan ada pengurangan tenaga kerja," ujar Dony ditemui di Hotal Kempinski Jakarta, Selasa (10/2) malam.
Menurutnya, BUMN justru memiliki peran strategis sebagai penyedia lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia. Artinya, seluruh proses yang dilakukan perusahaan pelat merah tak akan berdampak negatif pada tenaga kerja.
"Karena kan tugas BUMN sesuatunya menjadi tempat kita bekerja kan? Untuk rakyat Indonesia," jelas pria yang juga menjabat sebagai Badan Pengaturan (BP) BUMN ini.
Ia menjelaskan, dalam proses konsolidasi tersebut, Danantara justru berupaya menghindari adanya pengurangan pegawai. Seluruh karyawan dari unit usaha yang dilepas akan tetap dialihkan ke entitas atau konsolidasi baru yang dibentuk.
"Makanya, proses konsolidasi ini kita menghindari ada pengurangan orang, jadi akan dibawa, kan di konsol-konsol nanti kan orangnya harus dibawa," terangnya.
Dalam kesempatan terpisah, Dony memastikan PT Pertamina (Persero) akan melepas seluruh bisnis yang tidak berkaitan langsung dengan sektor minyak dan gas, termasuk bisnis hotel, asuransi hingga maskapai penerbangan.
"Pertamina tidak akan punya lagi perusahaan yang non-related kepada oil and gas. Seluruh perusahaan Pertamina yang non-oil dan gas itu akan di spin out. Dia akan keluar dari Pertamina," ujar Dony dalam acara CNBC Indonesia Outlook 2026.
Saat ini, Pertamina memiliki bisnis hotel Patra Jasa, asuransi Tugu Insurance dan PertaLife Insurance. Kemudian di bidang penerbangan ada Pelita Air, serta di bidang kesehatan ada Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP).
(ldy/sfr)