Bank Jatim Fokus Tiga Strategi untuk Jadi BPD Nomor 1 di RI

Tim | CNN Indonesia
Rabu, 11 Feb 2026 14:21 WIB
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) akan berfokus pada tiga strategi dalam rangka mendorong visi menjadi BPD nomor satu di Indonesia pada 2030. (Foto: Bank Jatim)
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) akan berfokus pada tiga strategi dalam rangka mendorong visi menjadi BPD nomor satu di Indonesia pada 2030.

Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo optimistis di 2030 nanti Bank Jatim akan jadi BPD nomor 1 pada seluruh parameter baik dari sisi dana pihak ketiga, penyaluran kredit yang berkualitas, pertumbuhan laba, maupun penguatan total aset.

"Kami optimistis pada tahun 2030 nanti, Bank Jatim akan mampu menjadi BPD nomor 1 di Indonesia pada seluruh parameter," kata Winardi di Surabaya, Rabu (11/2) seperti dilansir dari Antara.

Tiga strategi yang akan ditempuh yakni pencapaian low cost funding, penguatan tata kelola, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Ia mengatakan low cost funding dilakukan melalui optimalisasi penghimpunan dana murah, peningkatan kualitas penyaluran kredit dengan ditopang likuiditas efisien, dan peningkatan transaksi digital banking.

Sedangkan untuk fokus penguatan tata kelola perusahaan yang baik dilakukan guna memastikan pengelolaan perusahaan berjalan secara transparan, akuntabel, dan berintegritas.

Hal itu akan diterapkan melalui penguatan sistem dan teknologi sebagai langkah strategis dalam mendukung inovasi layanan, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperkuat keamanan dan keandalan sistem digital perusahaan.

Untuk peningkatan kualitas SDM, akan diwujudkan melalui pengembangan kompetensi, profesionalisme, serta budaya kerja adaptif dan inovatif sehingga mampu menjawab tantangan industri dan mendukung pencapaian target bisnis perusahaan secara berkelanjutan.

Melalui implementasi strategi itu Winardi optimistis mampu memperkuat daya saing perusahaan, meningkatkan kinerja keuangan, serta memberikan nilai tambah bagi nasabah, pemegang saham, dan seluruh pemangku kepentingan.

(sur)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK