Pertamina Kejar Integrasi Struktur Bisnis Hilir Rampung Oktober
PT Pertamina (Persero) menargetkan perubahan struktur bisnis perseroan, khususnya di sektor hilir, rampung pada Oktober 2026. Langkah ini dilakukan melalui integrasi sejumlah entitas usaha ke dalam Subholding Downstream.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri mengatakan perseroan telah menggabungkan bisnis hilir yang sebelumnya tersebar di beberapa anak usaha.
Integrasi tersebut mencakup Pertamina Patra Niaga, Pertamina Kilang Internasional, serta sebagian dari Pertamina International Shipping.
"Dan untuk langkah terbaru yang kami lakukan adalah, dengan dukungan banyak pihak, support yang kami terima dari banyak pihak, tentunya setelah melalui pertimbangan yang mendalam, akhirnya kami menggabungkan integrasi bisnis hilir kami ke dalam satu Subholding yang kami sebut Subholding Downstream," ujar Simon dalam Rapat Komisi VI DPR RI, Rabu (11/2).
Ia menjelaskan Subholding Downstream tersebut telah resmi beroperasi dan bergabung sejak awal Februari 2026. Struktur baru ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan memperkuat koordinasi bisnis hilir Pertamina.
"Dan pengukuhan pengurusnya pada 4 Februari 2026," katanya.
Saat ini, lanjut Simon, Pertamina memiliki lima subholding utama, yakni Subholding Hulu, Subholding PNRE (Power & New Renewable Energy), Subholding Gas, Subholding Downstream, serta PT Pertamina International Shipping. Namun, belum seluruh lini bisnis pelayaran masuk ke dalam Subholding Downstream.
"PT Pertamina International Shipping masih ada, karena yang masuk ke Subholding Downstream ini baru yang captive market dan kami targetkan untuk yang non-captive market itu di Oktober 2026 sudah selesai dan semua kita harapkan sudah bisa bergabung semuanya ke Subholding Downstream," tuturnya.
(ldy/pta)