PT Garam Bakal Olah Limbah Kilang Balikpapan, Investasi Pabrik Rp7 T

CNN Indonesia
Jumat, 13 Feb 2026 21:30 WIB
PT Garam akan membangun pabrik garam industri dari pengolahan air limbah Kilang RDMP Pertamina Balikpapan senilai Rp7 triliun. Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Saiful Bahri).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Garam akan membangun pabrik garam industri dari pengolahan air limbah dari kilang Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina Balikpapan senilai Rp7 triliun.

Proyek tersebut direncanakan akan mulai peletakan batu pertama (groundbreaking) pada April 2026 mendatang.

Sekretaris Perusahaan PT Garam Indra Kurniawan menyampaikan selama ini air limbah (bittern) dari boiler hanya dinetralisir dan dibuang kembali ke laut. Dengan begitu, menurut Indra, proyek tersebut memiliki peluang potensi yang besar.

"Ada peluang potensi yang cukup besar dari Pertamina di Balikpapan, itu ada RDMP-nya Pertamina yang mengambil air laut untuk kebutuhan boiler mereka," ujar Indra dalam Talkshow Hilirisasi Garam untuk Indonesia Mandiri di kantor KKP, Jakarta Pusat, Kamis (12/2).

Ia pun mengatakan pihaknya telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Pertamina untuk menindaklanjuti rencana tersebut dan sedang menyusun studi kelayakan (feasibility study).

Adapun Indra mengungkap telah menyampaikan rencana tersebut ke Danantara dan akan menghasilkan kolaborasi baru antara PT Garam, Pertamina, serta Danantara.

"Danantara pun sudah menargetkan agar yang dengan Pertamina ini bisa dilakukan groundbreaking di fase 2 di bulan April. Dari pihak Pertamina sudah menyambut baik potensi pengembangan bisnis ini, karena ini menjadi sebuah entitas baru," ujarnya.

Selain itu, proyek tersebut akan dilengkapi dengan teknologi Mechanical Vapor Recompression (MVR) untuk mengolah air limbah minimal 4 derajat Baume. Kapasitas produksi yang ditargetkan mencapai 1 juta ton per tahun.

"Kapasitas yang akan terpasang di situ adalah 1 juta ton, karena memang potensi airnya sangat besar sekali. Dengan kapasitas 1 juta ton harapannya ini kembali bisa menjawab tantangan dan kebutuhan industri," ujar Indra.

Pabrik di Balikpapan merupakan salah satu dari tujuh proyek strategis yang sedang dijalankan PT Garam. Rencana investasi yang disiapkan mencapai Rp10 triliun untuk beberapa proyek hilirisasi dan pengembangan teknologi garam.

Pertama, pembangunan fasilitas pengolahan garam kapasitas 109.842 ton per tahun yang akan dikembangkan di lahan seluas 300 hektar di Bipolo, NTT.

Kedua, pembangunan pabrik pengolahan garam dengan teknologi MVR berkapasitas 100 ribu ton di Gresik.

Ketiga, proyek pembangunan pabrik Kalsium dan Magnesium dari limbah garam (bittern) di Sampang yang direncanakan akan bekerja sama dengan investor Swedia.

Keempat, pembangunan pabrik pengolahan garam dengan kapasitas 400 ribu ton di Gresik. Kelima, pembangunan pabrik pengolahan garam kapasitas 200 ribu ton di Rote Ndao, NTT.

Keenam, rencana pembangunan pabrik garam di Sumenep dengan kapasitas 80.000-160.000 ton dan akan menggandeng pengusaha-pengusaha Madura dengan nilai investasi Rp300 miliar.

"Total semuanya (7 proyek) kita rencanakan di angka Rp 10 triliunan. Paling besar memang yang di Balikpapan dengan Pertamina itu," terangnya.

(fln/sfr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK