Penumpang KRL Boleh Buka Puasa di Kereta, Ini Syaratnya
PT KAI Commuter Indonesia (KCI) memperbolehkan penumpang Commuter Line atau KRL untuk berbuka puasa di dalam kereta. Penumpang dipersilakan untuk memakan dan meminum ringan saat waktu berbuka puasa tiba.
VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda mengimbau penumpang untuk membatalkan puasa dengan makanan ringan, dan tidak membawa makanan berat ketika berbuka puasa di dalam kereta.
"Untuk berbuka puasa di dalam Commuter Line, pengguna diimbau untuk berbuka dengan makanan dan minuman ringan secara tidak berlebihan, serta menghindari makanan atau minuman yang berbau menyengat demi kenyamanan bersama," jelas Karina dalam keterangan resmi, Rabu (18/2) dikutip Detikfinance.
Pengguna KRL juga diminta untuk menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan, terutama sampah bekas kemasan makanan dan minuman saat berbuka puasa di dalam kereta.
Dengan begitu, penumpang diminta membawa kembali sampah dan membuangnya di tempat sampah yang tersedia di stasiun tujuan.
Karina menambahkan petugas KRL akan menginformasikan saat waktu berbuka puasa tiba, baik di dalam kereta maupun di area stasiun. Selain itu, fasilitas water station atau dispenser air minum gratis dapat dinikmati oleh pengguna memakai botol minum (tumbler) pribadi.
Selama Ramadan, operasional perjalanan KRL di Jabodetabek dan Yogyakarta tetap berjalan normal. Untuk KRL Jabodetabek, KCI mengoperasikan sebanyak 1.065 perjalanan setiap hari mulai pukul 04.00 - 24.00 WIB.
Sementara, pelayanan KRL Basoetta sebanyak 70 perjalanan setiap hari dan sebanyak 14 perjalanan untuk KRL Merak.
Kemudian, untuk pelayanan KRL Yogyakarta-Palur, KAI Commuter tetap mengoperasikan sebanyak 27 perjalanan dan sebanyak 10 perjalanan KRL Prameks setiap harinya.
KAI Commuter juga tetap mengimbau seluruh pengguna untuk selalu mengikuti aturan yang berlaku dan menghormati pengguna lainnya.
"KAI Commuter mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa Ramadan tahun ini kepada seluruh pengguna Commuter Line yang menjalankannya," imbuhnya.
(fln/pta)