Maman Usul 200 Ribu UMKM di Sumatra Dapat Bantuan Presiden Rp3 Juta

CNN Indonesia
Rabu, 18 Feb 2026 19:22 WIB
Maman mengusulkan penyaluran Banpres sebesar Rp3 juta kepada 200 UMKM terdampak bencana Sumatra, tetapi yang belum tersentuh perbankan. (Foto: CNN Indonesia/Sakti Darma Abhiyoso)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengusulkan penyaluran bantuan presiden (Banpres) Rehabilitasi Usaha Mikro terdampak bencana di Sumatra bagi pelaku usaha mikro yang belum tersentuh perbankan.

Maman menargetkan Banpres tersebut disalurkan kepada 200 pelaku usaha mikro di tiga provinsi Sumatra yang terdampak bencana tetapi belum tersentuh perbankan, yakni di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

Ia pun menyampaikan rencana tersebut tengah dibicarakan dengan pihak terkait, yakni Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Sekretariat Negara, dan pemerintah daerah.

"Kita sedang melakukan kajian pembicaraan untuk memberikan usulan bantuan presiden rehabilitasi untuk usaha mikro sebesar kurang lebih sekitar 200 ribu UMKM di tiga provinsi ini," ujar Maman dalam Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Bencana DPR RI dengan Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Pemerintah, Rabu (18/2) dikutip Detikfinance.

Sementara itu, Deputi Usaha Mikro Kementerian UMKM Riza Damanik mengatakan total anggaran yang diusulkan mencapai Rp600 miliar untuk menjangkau 200 ribu UMKM terdampak bencana.

Menurutnya, usulan ini dilakukan sebagai bentuk keadilan terhadap pelaku usaha mikro karena UMKM yang memiliki kredit di bank sudah mendapatkan fasilitas relaksasi seperti keringanan bunga hingga penghapusan utang.

"(Bantuan yang diberikan) 3 juta per UMKM. Jadi, totalnya (anggaran) Rp 600 miliar," ujar Riza.

Riza pun menambahkan Banpres tersebut khusus untuk bagi pelaku UMKM yang benar-benar tak memiliki akses pembiayaan sebelum bencana melanda.

"Jadi, nanti kriterianya di sini adalah satu, mereka yang belum mendapatkan KUR, mereka yang belum punya kredit perbankan, atau tidak sedang kredit perbankan," tambahnya.

(fln/pta)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK