Bertemu MSCI Lagi, BEI-OJK Sampaikan Update Finalisasi Aturan Baru

CNN Indonesia
Sabtu, 21 Feb 2026 12:20 WIB
BEI dan OJK menyampaikan perkembangan terbaru terkait finalisasi aturan baru dalam memperkuat transparansi dan kredibilitas pasar modal Indonesia. (CNN Indonesia/Adi Maulana Ibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia --

Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali bertemu dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan menyampaikan beberapa perkembangan terkait aturan baru bursa saham Indonesia.

BEI dan OJK menyampaikan perkembangan terbaru terkait finalisasi aturan baru dalam memperkuat transparansi dan kredibilitas pasar modal Indonesia.

Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menyampaikan terdapat beberapa perkembangan terkait proposal yang diberikan kepada penyedia indeks saham global MSCI dan FTSE.

Pertama, pengungkapan atau disclosure pemegang saham di atas 1 persen dan granularisasi data telah memasuki tahap final.

"Kemudian untuk peraturan pencatatan yang terkait dengan free float 15 persen, per tanggal 19 kemarin sudah selesai proses rule making rule. Saat ini sudah memasuki tahap berikutnya di internal bursa yang kemudian draft final akan kami ajukan ke OJK," ujar Jeffrey dalam konferensi pers di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan, Jumat (20/2).

Kedua, daftar saham yang terkonsentrasi atau stakeholders concentration list dalam prosesnya dilakukan secara proper dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Oleh karena itu, saat ini kami sedang dalam tahap final untuk penyusunan metodologi dan SOP. Nantinya, list ini akan disusun oleh komite yang terdiri dari lintas divisi dan lintas SRO," imbuhnya.

Sementara itu, Pjs Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyampaikan terkait exit policy atau solusi terhadap saham yang tidak bisa memenuhi ketentuan free float minimal 15 persen.

Friderica menjelaskan emiten yang belum memenuhi batas free float 15 persen akan diberikan notasi khusus, sehingga akan memudahkan investor dalam memilih saham yang akan diinvestasikan.

"Jadi mereka lebih memiliki informasi saham-saham mana yang sudah free floatnya 15 persen lebih atau yang belum. Jadi ini juga sesuatu yang baru yang rasa ini juga sangat bermanfaat untuk investor-investor terutama investor retail di Indonesia," kata Friderica.

Ia juga menyampaikan proposal yang diberikan oleh BEI diapresiasi oleh MSCI. Namun, menurutnya, yang lebih penting adalah pelaksanaan nyata dari rencana aksi yang sudah disusun.

"Tapi mereka tidak mau terima hanya proposal aja. Jadi buat mereka yang penting adalah realisasi dari action plan kita. Jadi kalau cuma proposal, ya bagus, 8 rencana aksi itu bagus. Tapi yang mereka lihat adalah realisasi dari rencana aksi tersebut. Jadi fair enough sih menurut saya," kata Friderica.

Selain itu, Friderica juga menekankan pihaknya akan terus memantau progres implementasi aturan-aturan tersebut dan memastikan transparansi, serta akuntabilitas dalam setiap langkah yang diambil.

"Jadi kita sampaikan kita secara berkala, rutin, koordinasi dengan mereka, dan kita sampaikan progresnya dan juga kepada teman-teman media," tandasnya.

(fln/ins)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK