TAIPAN

Shu Ping, Wanita Terkaya Singapura Berharta Rp40,4 T di Balik Haidilao

Putri Kartika Utami | CNN Indonesia
Minggu, 22 Feb 2026 10:40 WIB
Shu Ping adalah salah satu pendiri Haidilao, jaringan resto hot pot global berciri khas kuah pedas Shicuan, China. Hartanya diprediksi tembus Rp40,4 triliun.
Terpukul Pandemi Covid-19. Ilustrasi. (Foto: CNN Indonesia/Anggi Kusumadewi)

Manajemen memutuskan pemisahan (spin off) bisnis luar negerinya dari Haidilao International Holding. Mereka membentuk Super Hi untuk mengurusi bisnis Haidilao di pasar internasional.

Pada 2020, Super Hi sukses melantai di bursa Hong Kong. Tiga tahun kemudian, Ping ditunjuk sebagai chairman Super Hi hingga sekarang.

Selain menjadi nahkoda utama Super Hi, Ping juga menjabat anggota dewan direksi di Sichuan Haidilao Catering Co Ltd (2014-sekarang) dan anggota dewan direksi Yihai International Holding Ltd (2018-sekarang).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sichuan Haidilao Catering Co Ltd merupakan perusahaan operasional jaringan Haidilao di China, yang menjadi inti awal bisnis. Sedangkan Yihai International Holding Ltd adalah perusahaan yang memproduksi dan mendistribusikan bumbu, saus, dan bahan makanan untuk jaringan hotpot Haidilao, juga produk bumbu dan saus yang dijual untuk umum.

Baik Super Hi, Yihai maupun Sichuan Haidilao Catering dinaungi Haidilao International Holding Ltd.

Berbagai jabatan itu mencerminkan kelihaian Ping dalam merancang strategi dan mengelola bisnis. Di Super HI misalnya, ia bertanggung jawab memimpin perusahaan dalam strategi dan perencanaan pengembangan internasionalisasi serta globalisasi.

Ping menyelesaikan program Master of Business Administration (MBA) dan program MBA Keuangan yang diselenggarakan bersama oleh Cheung Kong Graduate School of Business dan beberapa institusi lainnya pada November 2015.

Ia juga menyelesaikan program Executive Master of Business Administration (EMBA) yang diselenggarakan oleh Shanghai Jiao Tong University dan Nanyang Technological University pada Juli 2016.

Pada September 2022, Ping menyelesaikan program doktor (Ph.D) di bidang keuangan terapan dengan spesialisasi manajemen kekayaan di University of Geneva.

Ia dan suaminya sama-sama berasal dari China, tetapi pindah ke Singapura dan memutuskan menjadi warga negara Singapura pada 2018.

Pada 2020, Haidilao International Holding Ltd. membuka family office di Singapura untuk membantu mengelola kekayaannya: Sunrise Capital Management Ltd.

Family office adalah perusahaan yang dibentuk untuk mengelola keuangan, terkadang sekaligus mengurus berbagai aspek kehidupan orang-orang superkaya dunia dunia. Family office menawarkan tingkat kerahasiaan serta layanan yang lebih personal dibandingkan yang ditawarkan bank investasi swasta.

Tidak dijelaskan apakah Sunrise Capital akan mengelola gabungan kekayaan pasangan Shu Ping dan Zhang Yong.

Shu Ping ditunjuk sebagai pemegang saham tunggal sekaligus Direktur Sunrise Capital.

Pembentukan Sunrise Capital terjadi saat Haidilao menghadapi ujian besar-penyebaran virus corona.

Sekitar 91 persen pendapatan Haidilao berasal dari China daratan. Saat pandemi, perusahaan menutup outlet-outlet di sana dan menggantinya dengan layanan pesan antar secara online.

Analis pernah memperkirakan penutupan Haidilao selama satu bulan dapat memangkas laba bersih Haidilao hingga 466 juta yuan atau sekitar Rp1,13 triliun.

(pta)

HALAMAN:
1 2