Harga Minyak Dunia Amblas 1 Persen Usai AS-Iran Lanjutkan Bahas Nuklir

CNN Indonesia
Senin, 23 Feb 2026 11:13 WIB
Harga minyak mentah dunia turun 1 persen pada perdagangan Senin (23/2) usai AS dan Iran melanjutkan putaran ketiga pembicaraan nuklir.
Harga minyak mentah dunia turun 1 persen pada perdagangan Senin (23/2) usai AS dan Iran melanjutkan putaran ketiga pembicaraan nuklir. (Foto: via REUTERS/MIRAFLORES PALACE)
Jakarta, CNN Indonesia --

Harga minyak mentah dunia turun 1 persen pada perdagangan Senin (23/2) usai Amerika Serikat (AS) dan Iran melanjutkan ke putaran ketiga pembicaraan nuklir.

Langkah diplomasi itu meredakan kekhawatiran pasar akan potensi eskalasi konflik dua negara.

Jatuhnya harga minyak juga dipengaruhi dampak kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump terhadap ketidakpastian pertumbuhan ekonomi global dan permintaan bahan bakar dunia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kontrak berjangka minyak mentah Brent turun 75 sen atau 1,05 persen menjadi US$71,01 per barel. Sementara kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS berada di US$65,74 per barel usai turun 74 sen atau 1,11 persen.

Iran dan AS akan menggelar putaran ketiga pembicaraan nuklir pada Kamis di Jenewa, kata Menteri Luar Negeri Oman Badr Albusaidi.

Kepada Reuters, seorang pejabat senior Iran mengindikasikan siap membuat konsesi terkait program nuklirnya dengan imbalan AS harus mencabut sanksi ekonomi dan mengakui hak Teheren untuk memperkaya uranium.

Analis IG Markets Tony Sycamore menilai pengumuman itu mengindikasikan AS dan Iran saat ini terlibat dalam permainan diplomasi 'kucing dan tikus'.

"Saya tidak percaya AS ingin menyerang Iran, mengingat risiko destabilisasi kawasan (Timur Tengah), dan lebih dekat di dalam negeri, ketidakpuasan pemilih menjelang pemilu sela November," kata Sycamore dikutip Reuters.

Selain diplomasi nuklir AS-Iran, ketidakpastian tarif Trump juga menekan harga minyak dunia.

Sabtu lalu, Trump mengatakan akan menaikkan tarif sementara dari 10 persen menjadi 15 persen atas impor dari semua negara. Besaran tarif ini merupakan level maksimum yang diizinkan oleh Undang-undang.

Wacana Trump menaikkan tarif impor global ini muncul setelah Mahkamah Agung AS membatalkan kebijakan tarif timbal balik sebelumnya.

"Berita tarif selama akhir pekan memicu arus penghindaran risiko pagi ini, yang terlihat pada harga emas dan kontrak berjangka saham AS, dan hal ini membebani harga minyak mentah," kata Sycamore.

[Gambas:Video CNN]

(pta)