RESEARCH INSIGHT: Tren Suku Bunga Turun, Apa Dampak ke Pasar Modal?

CNN Indonesia
Rabu, 25 Feb 2026 08:00 WIB
Research Insight CNN Indonesia mengajak untuk membedah dampak kebijakan suku bunga acuan terhadap pasar modal.
Research Insight CNN Indonesia mengajak untuk membedah dampak kebijakan suku bunga acuan terhadap pasar modal. Ilustrasi. (REUTERS/WILLY KURNIAWAN).

Pergerakan Saham Abnormal

Penelitian ini juga memeriksa average abnormal returns (AAR) dan cumulative average abnormal returns (CAAR) di berbagai peristiwa, untuk melihat reaksi pasar sebelum, selama, dan setelah pengumuman dilakukan.

Saham abnormal merujuk pada kondisi, perilaku, atau struktur yang tidak normal, tidak wajar, menyimpang, atau berbeda dari kebiasaan.

Melalui analisis grafik AAR dan CAAR, dapat diketahui dampak positif dan negatif dari kebijakan suku bunga acuan terhadap saham. Pada saat krisis global terjadi, semua saham berpotensi merugi signifikan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Analoginya, jika saham biasa mengalami kenaikan 1 persen per hari, saat terjadi pemangkasan suku bunga acuan saat krisis, indeks saham justru turun 2 persen.

Kondisi itu disebut abnormal return atau selisih imbal hasil sebanyak -3 persen dan jika dikumpulkan dalam beberapa hari, lahirlah nilai CAAR.

Berdasarkan riset, H-1 sebelum pengumuman kebijakan suku bunga bank sentral nasional, pasar saham Rusia merespons agresif dengan turun -1,7 persen, disusul Hungaria -0,9 persen dan Turki -0,8 persen.

Sebaliknya, pasar saham Mesir, Republik Ceko, Kolombia dan Chili menunjukkan AAR positif.

Sedangkan untuk CAAR periode pra-pengumuman (-7...0) cenderung bergerak negatif, di mana pasar saham Rusia mencatatkan -3,50 persen, Brasil -1,80 persen, dan Turki -1,40 persen. Hasil ini menunjukkan bahwa ekspektasi kenaikan suku bunga memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap kinerja pasar.

Sebaliknya, selama periode yang sama pasar saham Mesir mencatat nilai CAAR positif 3,20 persen dan Peru 1 persen.

Adapun pada periode pasca pengumuman (0...+7), nilai CAAR negatif tertinggi berasal dariTaiwan yakni -2,30 persen dan India -1,40 persen. Sedangkan Mesir menunjukkan CAAR positif 3,20 persen dan Turki 2,30 persen.

Secara khusus, pasar Taiwan, Rusia, Polandia, Republik Ceko, Indonesia, dan Brasil menunjukkan reaksi negatif yang kuat pada periode (-10...+10). Sebaliknya, Mesir, Peru, dan Chili menunjukkan reaksi positif terbesar.

Infografis Nilai CAAR Negara BerkembangNilai CAAR Negara Berkembang Periode H-10 dan H+10 Pengumuman Suku Bunga Acuan Bank Sentral Nasional. (CNNIndonesia).

(ins/sfr)

HALAMAN:
1 2