Grab Klaim Jadi Bantalan Sosial dengan 50% Mitranya Mantan Korban PHK

CNN Indonesia
Jumat, 27 Feb 2026 11:30 WIB
Kondisi tersebut menunjukkan peran platform Grab sebagai bantalan sosial bagi masyarakat yang terdampak akibat gejolak ekonomi. (FOTO:CNN Indonesia/Ramadhan Nur Fadillah)
Jakarta, CNN Indonesia --

Grab Indonesia mencatat sekitar 50 persen mitra pengemudi ojek online (ojol) di bawah naungan perusahaan merupakan mantan korban pemutusan hubungan kerja (PHK).

Chief Executive Officer Grab Indonesia Neneng Goenadi menyampaikan kondisi ini menunjukkan peran platform Grab sebagai bantalan sosial bagi masyarakat yang terdampak akibat gejolak ekonomi.

"50 persen atau satu dari dua mitra pengemudi ojol Grab sebelumnya adalah korban PHK. Ini juga yang kami sebutkan bahwa Grab itu menjadi bantalan sosial," ujar Neneng dalam konferensi pers di Roemah Kuliner, Jakarta Pusat, Kamis (26/2).

Adapun Grab mencatat jumlah mitra pengemudi sejak 2015 mencapai 3,7 juta orang. Meski begitu, hanya 700-800 ribu mitra atau sekitar 19-20 persen yang aktif bekerja per satu bulan tertentu.

Neneng menerangkan jumlah mitra aktif bersifat dinamis dan tak selalu melibatkan individu yang sama setiap bulan. Artinya, sebagian mitra hanya aktif pada waktu tertentu untuk mendapatkan penghasilan tambahan.

"Makanya ini adalah fleksibilitas yang diberikan oleh Grab untuk semua mitranya. Jumlah mitra yang menarik bersifat struktur aktif," terangnya.

Sebanyak lebih dari 80 persen mitra GrabBike tidak menjadikannya pekerjaan utama sedangkan sekitar 67 persen mitra GrabCar menjadikannya sebagai penghasilan sampingan.

"Banyak yang setelah pulang kerja, ikut menarik penumpang dalam perjalanan pulang untuk menambah uang bensin," kata Neneng.

Namun, terdapat juga mitra yang memanfaatkan Grab sebagai penghasilan utama. Neneng mengungkapkan terdapat mitra GrabBike mampu memiliki pendapatan di atas Rp10 juta per bulan dengan rata-rata 28 pesanan dalam sehari.

Lebih lanjut, profil mitra Grab juga beragam, seperti kepala keluarga, mantan karyawan yang beralih profesi, ibu rumah tangga, sampai pekerja lepas atau freelance yang memanfaatkan waktu luang.

Neneng menyampaikan, mitra yang memanfaatkan Grab untuk mendapatkan penghasilan tambahan biasanya bisa memperoleh Rp1 juta sampai Rp4 juta per bulan di luar pekerjaan utamanya.

(fln/ins)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK