Maman Sebut Impor Ilegal Buat UMKM Mandek hingga Terjerat Kredit Macet

CNN Indonesia
Jumat, 27 Feb 2026 20:14 WIB
Maman menegaskan persoalan yang dihadapi UMKM bukan menyangkut skema pembiayaan KUR, tetapi lemahnya daya saing pasar akibat impor ilegal. (Foto: CNN Indonesia/Sakti Darma Abhiyoso)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurahman menilai maraknya produk impor ilegal menjadi salah satu penyebab utama pelaku UMKM kesulitan berkembang hingga berujung kredit macet.

Ia menegaskan persoalan yang dihadapi UMKM bukan terletak pada skema pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR), melainkan pada lemahnya daya saing pasar.

"Jadi problemnya itu bukan di program KUR-nya. Problemnya itu pada saat UMKM itu kita bantu dengan akses pembiayaan yang sudah cukup besar, sampai Rp1.600 triliun di tahun sekarang ini, UMKM stagnan," ujar Maman dalam diskusi media di kantornya, Jumat (27/2).

Ia menjelaskan stagnasi terjadi karena pelaku UMKM kesulitan menjual produk di tengah serbuan barang impor murah, terutama dari China. Kondisi tersebut membuat produk lokal kalah bersaing di pasar domestik.

"Karena tadi, marketnya, dia produksi barang nggak mampu jual. Kalau dijual, bersaing dengan produk impor dari China, akhirnya mati. Apa dampaknya? Kredit macet," katanya.

Maman menambahkan, ketika kredit macet meningkat, pelaku UMKM tidak mampu membayar utang sehingga menimbulkan persoalan sosial yang lebih luas. Ia menyebut dampaknya bukan hanya pada rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL), tetapi juga pada kondisi rumah tangga pelaku usaha.

"Setelah kredit macet, nggak mampu bayar utang. Setelah nggak mampu bayar utang, berantem lah suami istri. Anak nggak bisa sekolah. Jadi problem sosial," ucapnya.

Ia menekankan persoalan UMKM harus dilihat secara menyeluruh, tidak semata-mata dari sisi pembiayaan.

"Kalau melihat dari perspektif UMKM, dari sisi akses pembiayaan, impact-nya itu bukan cuma NPL. Impact-nya itu bukan cuma NPL," tegas Maman.

Oleh sebab itu, Maman menyebutkan tengah berkoordinasi dengan kementerian terkait untuk bisa membasmi impor ilegal hingga keakarnya. Sebab, tak bisa dipungkuri permainan kotor ini masih terjadi karena ada oknum.

Ia menyebutkan bahkan telah terbukti ada pengusaha ekspedisi bekerja sama dengan pegawai dari Bea dan Cukai untuk menyelundupkan barang impor masuk ke pasar domestik.

"Saya udah sampaikan. Ini biang onar ini perusahaan kargo yang bermain dengan oknum di Bea Cukai. Saya sudah pernah ngomong itu. Jadi, transaksinya itu adalah perusahaan kargo tuh, bener kan tangkap OTT. Bang! Terlihat kan ya transaksinya setiap hari dikasih ke oknum. Terbukti," jelasnya.

Maman yakin praktek ini tidak hanya terjadi pada satu perusahaan kargo, sehingga memang perlu memperketat aturan untuk membasmi sampai ke akarnya.

"Pertanyaannya apakah cuma satu perusahaan kargo blu-ray itu aja tuh? Nggak mungkin. Dan belum lagi pintu-pintunya tuh. Bukan cuma di Tanjung Priok, bukan cuma di Semarang, bukan cuma di Surabaya, tapi di mana-mana. Ini lah yang sedang kami atur dan butuh pengawasan dari berbagai pihak," pungkasnya.

(ldy/pta)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK