RI Inflasi 4,76 Persen di Februari 2026, Dipicu Perumahan-Emas

CNN Indonesia
Senin, 02 Mar 2026 12:05 WIB
BPS menyampaikan inflasi tahunan ini utamanya didorong oleh perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga yang mengalami inflasi 16,19 persen. (FOTO:ANTARA/Aprillio Akbar).
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi inflasi sebesar 4,76 persen pada Fabruari 2025 (year on year/yoy). Angka ini lebih tinggi dibandingkan Januari 2026 yang sebesar 3,55 persen (yoy).

Jika dilihat ke belakang, inflasi Februari jauh lebih tinggi dibandingkan Januari dan Februari 2025 yang masing-masing tercatat 0,76 persen dan 0,09 persen.

Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan tingkat inflasi tahunan Februari 2026 yang cukup tinggi disebabkan oleh basis pembanding yang relatif rendah (low base effect).

"Dilihat dari kelompoknya, inflasi tahunan ini utamanya didorong oleh perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga yang mengalami inflasi 16,19 persen, dengan andil 2,26 persen," ujar Ateng dalam Konferensi Pers, Senin (2/3).

Kelompok pengeluaran lain yang juga mengalami inflasi adalah perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 16,66 persen dengan andil 1,12 persen. Komoditasnya adalah emas dan perhiasan.

Kemudian ada juga kelompok makanan, minuman dan tembakau dengan inflasi sebesar 3,51 persen dan andil 1,05 persen.

Sementara itu, secara bulanan (month to month/mtm) tercatat terjadi inflasi 0,68 persen. Kelompok yang memberikan andil adalah makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,54 persen dengan andil 0,45 persen.

Lalu, penyumbang inflasi lainnya adalah kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 2,55 persen dengan andil 0,19 persen.

(ldy/ins)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK