Airlangga Bocorkan Mitigasi Impor Minyak di Tengah Eskalasi Timteng
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkap aksi mitigasi pemerintah dalam mengantisipasi dampak ekonomi khususnya terkait impor dari eskalasi perang Timur Tengah.
Airlangga mengatakan pemerintah mempunyai mekanisme bernama anti-dumping duty atau injury untuk memitigasi impor di tengah kondisi tersebut. Terlebih lagi agar impor tidak hanya dibanjiri dari negara tertentu.
"Kita punya mekanisme sebetulnya yang namanya anti-dumping duty atau injury. Kita bisa mengenakan, sama seperti Amerika Serikat, kenakan saja dulu temporary bea masuknya," ujar Airlangga dalam acara Indonesia Economic Forum 2026 di Auditorium Bank Mega, Jakarta Selatan, Senin (2/3).
Namun, Airlangga menjelaskan keputusan terkait membutuhkan waktu yang lama.
"Jadi keputusan untuk injury atau penyelidikan yang 6 bulan, plus yang lain, itu mungkin implementasinya baru 8, 9, 14 bulan," imbuhnya.
Meski begitu, Airlangga menyebutkan pemerintah tidak bisa mengambil keputusan tanpa melihat risiko ke depannya.
"Kita harus menunggu, wait and watch. Kita tidak bisa mengambil tindakan tanpa kita lihat ke depannya seperti apa," kata Airlangga.
Lihat Juga :CNN Indonesia Economic Forum Airlangga Prediksi Harga Minyak Pasti Naik, RI Sudah Punya Solusi |
Adapun ia mengungkap terdapat beberapa tantangan dalam menyelesaikan masalah impor saat ini.
"Cuman kadang-kadang kan di kita antara asosiasi sendiri hulu-hilir tempur juga. Hulunya mau di-protect, hilirnya protes. Hilirnya kepingin impor. Nah itu yang domestically terjadi seperti itu," ujarnya.
(fln/jal)