UMKM Sulit Jualan, Maman Gandeng Bea Cukai Berantas Impor Ilegal China
Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurahman ungkap strategi untuk mengurangi banjir produk impor ilegal Cina ke Indonesia.
Awalnya, Maman menyebutkan saat ini yang menjadi permasalahan adalah adanya selisih yang cukup jauh antara angka ekspor Indonesia ke Cina, dibandingkan angka impor Cina ke Indonesia.
"Kalau berdasarkan data yang sudah kita pegang, selisihnya, gapnya itu jauh banget. Yang tercatat di Cina, ekspornya ke Indonesia, dengan yang tercatat di Indonesia," ujar Maman usai acara Indonesia Economic Forum 2026 yang digelar CNN Indonesia di Auditorium Bank Mega, Jakarta Selatan, Senin (2/3).
Dengan adanya perbedaan tersebut, Maman mengungkap UMKM RI tetap tidak mampu menjual produk, bahkan berujung kredit macet, meski sudah ditopang pembiayaan, stimulus, dan insentif lain.
"Akhirnya UMKM kita yang tadi sudah ditopang pembiayaan, diberikan bantuan, stimulus, insentif segala macam, mereka gak mampu menjual barang ini. Dampaknya apa? Dampaknya akhirnya kredit macet," terangnya.
Oleh karena itu, Maman ingin terus melakukan sterilisasi produk impor ilegal China dengan berkoordinasi dengan pihak terkait, salah satunya Bea Cukai.
"Nah, untuk supaya merapikan pasar kita, mensterilisasi pasar kita dari masuknya barang-barang impor ilegal dari Cina," kata Maman.
(lau/pta)