Rupiah Menguat ke Rp16.863 per Dolar AS Selasa Sore
Nilai tukar rupiah berada di level Rp16.863 per dolar AS pada Selasa (10/3) sore. Mata uang Garuda menguat 86 poin atau 0,51 persen dari perdagangan sebelumnya.
Sementara, kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menempatkan rupiah di posisi Rp16.879 per dolar AS.
Mata uang di kawasan Asia bergerak bervariasi. Yen Jepang melemah 0,01 persen, baht Thailand menguat 0,02 persen, yuan China menguat 0,45 persen, peso Filipina menguat 0,96 persen, dan won Korea Selatan menguat 0,14 persen.
Dolar Singapura juga menguat 0,14 persen dan dolar Hong Kong terpantau melemah 0,04 persen pada penutupan perdagangan sore ini.
Sementara itu, mata uang utama negara maju juga kompak berada di zona hijau. Tercatat euro Eropa menguat 0,09 persen, poundsterling Inggris menguat 0,16 persen, dan franc Swiss menguat 0,18 persen.
Dolar Australia menguat 0,28 persen, dan dolar Kanada juga menguat 0,04 persen.
Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan penguatan rupiah dipengaruhi oleh dolar AS yang terkoreksi cukup tajam hari ini oleh optimisme investor/risk on seiring turunnya harga minyak dunia, merespons pernyataan Presiden Donald Trump bahwa perang dapat segera berakhir.
Penguatan rupiah juga ikut ditopang oleh pertimbangan Trump untuk mengambil alih pengamanan Selat Hormuz guna menjaga kelancaran jalur pasokan energi global dan melonggarkan sanksi minyak pada Russia.
"Namun sentimen belum tentu bertahan, dan sentimen bisa kembali berbalik arah. Dari domestik, data penjualan ritel yang lebih kuat dari perkirakan ikut mendukung penguatan rupiah," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.
(ldy/sfr)