Arab hingga Kuwait Pangkas Produksi Minyak 6,7 Juta Bph Imbas Perang

CNN Indonesia
Rabu, 11 Mar 2026 13:57 WIB
Pasokan minyak di kawasan Timteng berkurang 6 persen dari produksi global imbas ditutupnya Selat Hormuz di tengah memanasnya perang Iran dengan AS dan Israel. llustrasi. (IAN TIMBERLAKE / AFP).
Jakarta, CNN Indonesia --

Pasokan minyak di kawasan Timur Tengah berkurang sekitar 6 persen dari produksi global imbas ditutupnya Selat Hormuz di tengah memanasnya perang Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Mengutip Bloomberg, pengurangan produksi minyak juga meluas di Teluk Arab meski Arab Saudi dan Uni Emirat Arab telah melakukan ekspor melalui rute alternatif, yakni Laut Merah.

Arab Saudi, Irak, Uni Emirat Arab, dan Kuwait memangkas produksi gabungan mereka hingga 6,7 juta barel per hari (bph).

Aksi ini adalah respons pasokan hingga mengurangi produksi kolektif mereka hingga sepertiga sejak perang dimulai.

Rinciannya, Arab Saudi mengurangi produksi sebesar 2-2,5 juta bph dan Uni Emirat Arab sebesar 500.000-800.000 bph.

Kemudian, Kuwait sekitar setengah juta bph, serta Irak sekitar 2,9 juta bph.

Selain itu, perang juga telah menyebabkan kilang-kilang ditutup, produksi gas alam cair di Qatar dihentikan, lonjakan harga bahan bakar global dan biaya transportasi minyak.

Diketahui, harga minyak sempat mendekati US$120 per barel pada Senin (9/3) meski sudah kembali turun usai Presiden AS Donald Trump menyampaikan perang AS dan Israel dengan Iran akan segera berakhir.

Pagi ini, harga minyak mentah Brent naik tipis 11 sen atau 0,13 persen menjadi US$87,91 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat naik 7 sen atau 0,08 persen ke level US$83,52 per barel.

Arab Saudi mengalihkan jutaan barel ke terminal ekspornya di pantai Laut Merah diduga untuk menghindari dampak terburuk dari ditutupnya Selat Hormuz.

Selain itu, Uni Emirat Arab yang memiliki pipa bypass juga mengalihkan barel dari jalur laut tersebut.

(fln/sfr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK