Suleiman Kerimov, Raja Emas Muslim Terkaya Rusia Berharta Rp435,87 T
Malang, krisis keuangan global menerpa pada 2018. Kerimov pun hampir kehilangan seluruh asetnya.
Kendati demikian, hal itu tak membuatnya putus asa. Ia bangkit setelah membeli 37 persen saham produsen emas terbesar Rusia, Polyus Gold, milik taipan Vladimir Potanin, pada 2009.
Bermodalkan US$1,3 miliar yang didukung pinjaman dari bank pelat merah VTB, nilai saham raksasa tambang emas itu melesat hingga delapan kali lipat saat dimiliki Kerimov.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada 2015, Kerimov mengalihkan sejumlah saham Polyus ke putranya, Said Kerimov. Hal itu dilakukan setelah pemerintah Rusia melarang politisi memiliki aset keuangan di luar negeri. Maklum, selain menjadi pebisnis, Kerimov juga menjabat sebagai Senator di Dewan Federasi yang mewakili daerah asalnya, Dagestan, sejak 2008.
Lihat Juga : |
Pada awal 2022, keluarga Kerimov diketahui mengempit 76 persen saham Polyus. Namun, pada April 2022, Said Kerimov dikenai sanksi oleh Uni Eropa dan Inggris sehingga harus mentransfer sahamnya di Polyus kepada Akhmet Palankoev, mantan kolega ayahnya.
Dilansir Bloomberg, transaksi penjualan saham itu mencapai US$6 miliar dan membuat saham keluarga Kerimov susut menjadi 46 persen.
Skandal Penggelapan Pajak hingga Sanksi AS
Pada November 2017, Kerimov ditangkap polisi di Bandara Nice, Prancis karena dituding terlibat dalam kasus penggelapan pajak pembelian beberapa hunian mewah di French Riviera lewat perusahaan cangkang.
Pada Juni 2018, tuduhan tersebut dibatalkan.
Kemudian, pada Maret 2019, jaksa Prancis menempatkan Kerimov di bawah penyelidikan resmi "atas dugaan keterlibatan dalam penipuan pajak". Ia dibebaskan dengan jaminan sebesar 20 juta euro.
Lihat Juga : |
Kerimov juga sempat terkena sanksi di tengah memanasnya hubungan AS dengan Rusia karena negara yang dipimpin Putin itu ikut campur dalam Pilpres 2016. Ia terkena sanksi bersama belasan oligarki Rusia lain yang dicantumkan dalam Countering America's Adversaries Through Sanctions Act, CAATSA.
Pemerintah Inggris juga sempat menjatuhkan sanksi pada Kerimov terkait Perang Rusia-Ukraina pada 2022 lalu.
Dukung Perdamaian Antarumat Beragama
Sosok Kerimov kembali mendapat perhatian media setelah mendanai sebuah kompleks sinagoge di utara kota bersejarah Derbent, Republik Dagestan, yang dibangun berdampingan dengan rumah ibadah umat Islam pada 2025.
Kerimov membangun singagoge itu setelah kelompok ekstremis membakar sinagoge dan gulungan Taurat di Derbent selama serangan teroris terkoordinasi di Dagestan pada Juni 2024, yang menargetkan tempat ibadah Kristen dan Yahudi.
Bagi Kerimov, keberadaan rumah ibadah itu merupakan simbol perdamaian antar umat beragama.
Kerimov saat ini tinggal di Moskow, Rusia, bersama istrinya, Firuza Kerimov. Keduanya memiliki tiga anak yang mulai mengelola bisnis keluarga yakni Said Kerimov, Gulnara Kerimova dan Amina Kerimova.
(sfr/pta) Add
as a preferred source on Google