Harga Minyak Amblas 10 Persen Usai Trump Umumkan Gencatan Senjata

CNN Indonesia
Rabu, 08 Apr 2026 06:55 WIB
Harga minyak anjlok lebih dari 10 persen pada perdagangan awal Rabu (8/4) setelah Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata sementara dengan Iran. (Foto: iStock/zorazhuang)
Jakarta, CNN Indonesia --

Harga minyak mentah anjlok lebih dari 10 persen pada perdagangan awal Rabu (8/4), setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan dengan Iran.

Mengutip Reuters, kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS turun US$12,04 atau 10,66 persen menjadi US$100,90 per barel di awal perdagangan hari ini.

Penurunan tajam itu terjadi setelah Trump menyatakan telah menyepakati gencatan senjata selama dua pekan dengan Iran, hanya beberapa jam sebelum tenggat yang ia tetapkan bagi Teheran untuk membuka kembali Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia.

Trump menyebut kesepakatan tersebut sebagai langkah menuju perdamaian jangka panjang.

"Ini akan menjadi gencatan senjata dua arah! Alasan kami melakukannya adalah karena kami telah mencapai bahkan melampaui semua tujuan militer," tulis Trump di platform Truth Social.

Pernyataan itu berarti gencatan senjata akan berlaku bagi kedua pihak. Trump juga menilai langkah tersebut diambil karena mengklaim AS telah mencapai bahkan melampaui seluruh target militernya di Iran.

Ia menambahkan proposal dari Iran dapat menjadi dasar negosiasi lebih lanjut dan optimistis kesepakatan final bisa tercapai dalam dua pekan masa gencatan senjata.

Di sisi lain, televisi pemerintah Iran mengklaim Trump telah menerima syarat yang diajukan Teheran untuk mengakhiri konflik, bahkan menyebutnya sebagai 'kemunduran yang memalukan' bagi AS.

Kesepakatan ini dimediasi oleh Pakistan dan turut melibatkan Israel, yang disebut telah menyetujui penghentian sementara operasi militernya terhadap Iran. Namun, tak lama setelah pengumuman, militer Israel melaporkan adanya peluncuran rudal dari Iran.

Gencatan senjata ini menjadi pembalikan drastis setelah sebelumnya Trump mengancam akan menghancurkan infrastruktur Iran jika Selat Hormuz tidak dibuka kembali sebelum tenggat. Ancaman tersebut sempat mengguncang pasar energi global dan mendorong harga minyak melonjak tajam.

Selama konflik yang telah berlangsung enam pekan terakhir, lebih dari 5.000 orang dilaporkan tewas di hampir selusin negara, termasuk lebih dari 1.600 warga sipil di Iran, menurut data pemerintah dan kelompok hak asasi manusia.

Penutupan Selat Hormuz sebelumnya memperketat pasokan energi global dan meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap risiko perlambatan ekonomi hingga resesi.

Dengan adanya sinyal meredanya ketegangan, pasar merespons cepat dengan aksi jual, sehingga harga minyak terkoreksi tajam pada awal perdagangan.

(lau/pta)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK