IMF Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI 2026 Jadi 5 Persen

CNN Indonesia
Rabu, 15 Apr 2026 16:44 WIB
IMF memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 menjadi 5 persen, lebih rendah dibandingkan perkiraan sebelumnya sebesar 5,1 persen. (Foto: AFP/STEFANI REYNOLDS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Dana Moneter Internasional (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 menjadi 5 persen, lebih rendah dibandingkan perkiraan sebelumnya sebesar 5,1 persen.

Dalam laporan World Economic Outlook edisi April yang dikutip pada Selasa (14/4), IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di level 5,0 persen pada 2026. Sementara pada 2027, ekonomi RI diproyeksikan kembali naik tipis menjadi 5,1 persen.

Sebelumnya, pada laporan World Economic Outlook edisi Januari 2026, IMF memperkirakan ekonomi Indonesia dapat tumbuh 5,1 persen pada 2026.

Di kawasan Asia Tenggara, Vietnam diproyeksikan mencatat pertumbuhan tertinggi. IMF memperkirakan ekonomi Vietnam tumbuh 7,1 persen pada 2026. Setelah itu disusul Indonesia dan Malaysia yang diproyeksikan tumbuh 4,7 persen.

Secara global, IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia mencapai 3,1 persen pada 2026, turun dari proyeksi sebelumnya di angka 3,4 persen.

Economic Counsellor IMF, Pierre-Olivier Gourinchas mengatakan prospek ekonomi global memburuk tajam setelah pecahnya perang Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran di Timur Tengah pada 28 Februari 2026.

"Penutupan Selat Hormuz dan kerusakan serius pada fasilitas produksi penting di wilayah yang menjadi pusat pasokan hidrokarbon global dapat menyebabkan krisis energi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya," katanya dalam pengantar laporan tersebut.

Ia menjelaskan perang tersebut menghentikan tren pertumbuhan global yang sebelumnya stabil. Sebelum konflik, IMF bahkan mempertimbangkan untuk menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia karena momentum ekonomi global masih berlanjut.

Menurut dia, durasi dan skala konflik serta waktu yang dibutuhkan untuk memulihkan produksi dan distribusi energi akan menentukan besarnya guncangan terhadap ekonomi global.

"Dampak akhir terhadap ekonomi global akan ditentukan oleh lamanya konflik, skalanya, serta waktu yang dibutuhkan untuk menormalkan produksi dan distribusi energi setelah konflik berakhir," ujar Pierre-Olivier.

(dhz/pta)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK