KFC Rugi Rp366 M, Tutup Puluhan Gerai pada 2025
Kinerja perusahaan pengelola jaringan KFC di Indonesia, PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) membukukan lonjakan beban utang sepanjang 2025. Meskipun begitu, perusahaan berhasil menekan rugi sepanjang kinerja tahun lalu.
Berdasarkan laman Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), perusahaan dengan kode emiten FAST membukukan utang jangka panjang naik 19,37 persen.
Dalam laporan keuangan, disebutkan liabilitas jangka panjang atas utang bank FAST melonjak dari Rp353 miliar pada 2024, menjadi Rp1,82 triluin pada 2025.
Di samping itu, tercermin ketidakpastian material terkait kelangsungan usaha (going concern). Hal itu tampak dari posisi liabilitas jangka pendek yang melebihi aset lancar hingga Rp1,3 triliun, serta akumulasi kerugian yang mencapai Rp507 miliar.
Meskipun dihadapkan pada lonjakan utang jangka panjang, pengelola KFC dan Taco Bell tersebut berhasil menekan rugi bersih perusahaan dari Rp798 miliar pada 2024, menjadi rugi bersih Rp369 miliar pada 2025.
Adapun dari sisi operasional, perusahaan masih membukukan rugi usaha senilai Rp311 miliar. Adapun untuk pendapatan FAST tahun lalu tercatat stagnan di level Rp4,88 triliun.
Tahun lalu, pengelola KFC tersebut melakukan penyesuaian jaringan dengan merampingkan 25 gerai menjadi 690 outlet pada 2025. Adapun pada 2024, perusahaan tercatat masih memiliki 715 outlet.
Tak hanya itu, FAST juga agresif melakukan belanja modal tahun lalu. Hal itu tercermin dari arus kas untuk aktivitas investasi yang tercatat tumbuh menjadi Rp1 triliun. Mayoritas belanja modal digunakan untuk penambahan aset tetap dan renovasi.
Sementara itu, kondisi likuiditas perusahaan masih mencatat arus kas operasi positif sebesar Rp203 miliar.
(ins/pta)