Siap-siap, Tambahan 30 KRL Baru Jabodetabek Nyaris Final

tim | CNN Indonesia
Selasa, 21 Apr 2026 09:00 WIB
Rangkaian baru nantinya akan dioperasikan di lintasan yang mampu melayani KRL 12 gerbong. Penentuan jalur masih menunggu kesiapan infrastruktur dan prasarana.
Rangkaian baru nantinya akan dioperasikan di lintasan yang mampu melayani KRL 12 gerbong. Penentuan jalur masih menunggu kesiapan infrastruktur dan prasarana. (FOTO:ANTARA/BAYU PRATAMA S).
Jakarta, CNN Indonesia --

Vice President Corporate Secretary Kereta Api Indonesia (KAI) Commuter Karina Amanda mengungkap kajian penambahan 30 rangkaian kereta (trainset) KRL Jabodetabek sudah mendekati tahap final.

Ia mengatakan pemerintah bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI tengah memproses realisasi rencana tersebut.

"Kajiannya terus dilakukan dan ini sudah mendekati tahap final. Dari sisi KAI, KCI, maupun pemerintah, dalam proses persiapan untuk merealisasikan terkait dengan kebutuhan tambahan kapasitas angkut tersebut," kata Karina di kantor KAI Commuter, Jakarta Pusat, Senin (20/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karina menjelaskan rangkaian baru nantinya akan dioperasikan di lintasan yang mampu melayani KRL 12 gerbong. Penentuan jalur masih menunggu kesiapan infrastruktur dan prasarana.

Ia mengatakan saat ini fokus KAI Commuter adalah menyelesaikan pengadaan 16 trainset produksi PT INKA. Delapan trainset sudah diterima KAI Commuter.

Dari delapan, enam trainset telah beroperasi. Satu trainset lainnya berada di Depo Depok untuk proses uji sertifikasi, sedangkan trainset kedelapan masih dalam pengiriman dari Banyuwangi.

[Gambas:Youtube]

"16 (trainset) kan posisi sekarang sudah beroperasi 6 trainset (sudah dioperasikan). 10 trainset ditargetkan beroperasi seluruhnya di 2026 ini secara bertahap," ujar Karina.

Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin telah menargetkan pengadaan 30 trainset KRL Jabodetabek tersebut rampung pada tahun ini.

Bobby juga memastikan akan mengutamakan kereta produksi dalam negeri dalam pengadaan 30 rangkaian KRL Jabodetabek tersebut.

"Tentunya kan waktu itu kita janji. TKDN-nya dioptimalkan. Jadi kita mengutamakan industri dalam negeri," ujar Bobby saat ditemui di Stasiun KRL Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (28/1).

Penambahan 30 rangkaian KRL Jabodetabek ini dilakukan setelah Presiden Prabowo Subianto memberikan dana senilai Rp5 triliun kepada PT KAI untuk menambah rangkaian gerbong kereta api KRL Commuter Line Jabodetabek.

Prabowo menyampaikan Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin melaporkan KAI butuh anggaran Rp4,8 triliun untuk menambah rangkaian gerbong KRL. Namun, Prabowo akan mengalokasikan anggaran sampai Rp5 triliun agar penambahan itu dapat memberikan manfaat kepada masyarakat yang lebih luas.

"Beliau ajukan totalnya Rp4,8 triliun. Ya, saya setujui, bahkan akan saya alokasikan tidak Rp4,8 triliun, tapi Rp5 triliun. Kalau untuk rakyat banyak, saya tidak ragu-ragu," kata Prabowo dalam acara peresmian Stasiun Tanah Abang Baru dan peninjauan layanan KRL Commuter Line, Jakarta, Selasa (4/11) tahun lalu.

Ia berpendapat sebagian besar rakyat merasakan manfaat kereta api. Oleh karena itu, Prabowo berniat memperluas cakupan layanan KAI melalui penambahan gerbong kereta.

Selain itu, Prabowo menargetkan kepada KAI agar 30 rangkaian kereta baru itu tersedia dalam waktu setahun ke depan.

"Satu tahun ini harus. Ini rakyat yang saksi ya. Jadi, nanti ada tambahan 30 rangkaian baru. Saya juga tadi coba, bersih, nyaman, (ada) AC," ujar Prabowo.

(dhz/ins) Add as a preferred
source on Google