Purbaya Ungkap Prabowo Tak Pernah Minta Disiapkan Uang Bayar Iuran BoP

CNN Indonesia
Selasa, 21 Apr 2026 18:05 WIB
Sepengetahuan Purbaya, sejak awal bergabung Prabowo tidak pernah berkomitmen membuat pemerintah Indonesia membayar iuran Board of Peace.
Sepengetahuan Purbaya, sejak awal bergabung Prabowo tidak pernah berkomitmen membuat pemerintah Indonesia membayar iuran Board of Peace. (FOTO:CNN Indonesia/Endrapta Ibrahim).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap Presiden Prabowo Subianto tidak pernah meminta dirinya menyiapkan dana untuk membayar iuran keanggotaan Board of Peace (BoP).

Sepengetahuan Purbaya, sejak awal bergabung, Prabowo tidak pernah berkomitmen untuk pemerintah Indonesia membayar iuran BoP.

"Sampai sekarang enggak ada komitmen bayar yang saya tau dari presiden ya. Presiden selalu bilang enggak. Kita belum ada komitmen bayar," kata Purbaya di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (21/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menegaskan tidak pernah menerima instruksi dari Prabowo untuk menyiapkan anggaran iuran BOP. Menurut dia, komitmen pemerintah hanya pada pengiriman pasukan, bukan pembayaran iuran.

"Dari hari pertama dia (Presiden Prabowo) komitmen kirim pasukan, tapi enggak ada komitmen bayar. Apalagi uang saya dipakai untuk Israel," ujar Purbaya.

"Saya tidak pernah menerima instruksi dari presiden untuk menyediakan uang untuk BOP dan presiden juga bilang kita gak pernah janji (untuk membayar iuran BOP)," jelasnya.

[Gambas:Youtube]

Prabowo telah menegaskan Indonesia tidak pernah berjanji atau berkomitmen menyumbang sebesar 1 miliar dolar AS untuk Board of Peace (BoP) yang diusung Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

"Jadi, kita tidak pernah mengatakan bahwa kita mau ikut iuran 1 miliar dolar," kata Prabowo dalam wawancara dengan jurnalis dan sejumlah tokoh di kediamannya, Hambalang, Jawa Barat, dikutip Minggu (22/3).

Prabowo juga menegaskan tidak ada komitmen keuangan apa pun yang pernah dijanjikan kepada Amerika Serikat terkait keikutsertaan Indonesia dalam BoP. Menurutnya, hal itu terlihat dari absennya Indonesia dalam pertemuan founding donors sebelumnya.

"Tidak, tidak pernah. Dalam pertemuan di Washington pada 19 Februari lalu, itu adalah pertemuan founding donors. Mereka masing-masing menyumbang, mungkin ada yang lebih besar. Tapi Indonesia tidak ada di situ. Karena sejak awal, saat ditanya, saya tidak berkomitmen soal uang sama sekali," kata Prabowo.

Prabowo mengatakan Indonesia siap menjadi bagian dari dewan perdamaian tersebut, namun hanya melalui kontribusi pasukan perdamaian untuk menjaga warga Gaza, bukan dana.

"Kita menyatakan siap mengirim pasukan perdamaian sesuai kebutuhan," kata Prabowo.

Prabowo menyatakan pemerintah akan tetap mengikuti perkembangan ke depan ketika pembangunan kembali Gaza dapat dimulai, maka kemungkinan kontribusi Indonesia akan dipertimbangkan.

"Kalau gencatan senjata berhasil dan pembangunan dimulai, bukan tidak mungkin Indonesia ikut serta. Kita punya Baznas, dan sebelumnya juga sudah membangun rumah sakit serta berbagai bantuan lainnya di sana," ucapnya.

(dhz/ins) Add as a preferred
source on Google