Menag Dorong Ekonomi Syariah Jadi Solusi Lawan Krisis Global
Menteri Agama Nasaruddin Umar mendorong penguatan ekonomi syariah sebagai solusi menghadapi krisis global.
Ia menilai sistem ekonomi berprinsip syariah terbukti lebih tahan terhadap guncangan dibandingkan konvensional.
Hal itu disampaikan Nasaruddin dalam acara Halal Bihalal Forum Bisnis Negara Islam Asia Pacific (B57+) di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (22/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, ketahanan ekonomi syariah terlihat saat krisis keuangan global, di mana lembaga keuangan syariah mampu bertahan lebih baik dibandingkan institusi keuangan konvensional.
"Ketika institusi keuangan konvensional mengalami penurunan profitabilitas hingga 34,1 persen, bank syariah hanya terkontraksi 8,3 persen," ujar Nasaruddin.
Ia menjelaskan ketahanan tersebut tidak terlepas dari fondasi etika dalam sistem ekonomi syariah, seperti prinsip bagi hasil, larangan riba, serta keterkaitan dengan aset riil.
"Prinsip religious ethical foundation yang diterjemahkan ke dalam praktik bagi hasil, larangan riba, dan keterkaitan instrumen berbasis aset riil membuat sistem keuangan Islam memiliki daya tahan struktural yang berbeda," katanya.
Nasaruddin menegaskan ekonomi syariah tidak seharusnya dipandang sebagai isu ideologis, melainkan sebagai model ekonomi yang bersifat universal dan relevan bagi berbagai kalangan.
"Kalau kita bicara tentang ekonomi syariah, kita bicara tentang model perekonomian yang sangat humanistik, tidak ada kaitannya dengan ideologi," ujarnya.
Ia juga menilai sistem ekonomi syariah mampu menciptakan keseimbangan dalam distribusi ekonomi, sehingga tidak hanya menguntungkan pemilik modal.
"Jangan yang kaya semakin kaya, yang miskin semakin miskin. Dalam sistem ekonomi syariah harus ada rasa keadilan dengan pihak-pihak yang kurang beruntung," ujar Nasaruddin.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya penguatan kolaborasi lintas sektor untuk mendorong implementasi ekonomi syariah secara lebih luas, termasuk melalui forum kerja sama seperti B57+.
Menurutnya, ekonomi syariah memiliki potensi besar untuk menjadi solusi alternatif di tengah ketidakpastian global yang kian meningkat.
(lau/sfr) Add
as a preferred source on Google