Harga Acuan Bobot Sapi Hidup Naik Jadi Rp59 Ribu per Kg, Ini Alasannya

CNN Indonesia
Rabu, 22 Apr 2026 14:32 WIB
Pemerintah menaikkan Harga Acuan Penjualan (HAP) sapi dan kerbau hidup imbas perang di Timur Tengah. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah menaikkan Harga Acuan Penjualan (HAP) bobot daging hidup ruminansia (sapi/kerbau) imbas perang di Timur Tengah. Kondisi geopolitik ini memang berdampak pada semua komoditas impor, termasuk sapi dan kerbau.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan kenaikan untuk HAP bobot sapi hidup sebesar Rp1.000 dari Rp58 ribu menjadi Rp59 ribu per kilogram (kg).

Sementara, HAP bobot kerbau naik sebesar Rp10 ribu, dari sebesar Rp80 ribu menjadi Rp90 ribu per kg.

"Ini dari harga eceran (bobot kerbau) tertinggi Rp80 ribuan. Ini berubah menjadi harga HAP tertinggi ya. Jadi bisa di bawah itu, itu Rp90 ribuan. Nah, itulah saudara-saudara yang kami pesan rapat hari ini," kata Zulhas usai rapat di kantornya, Rabu (22/4).

Zulhas meyakini kenaikan ini tidak akan mengubah harga daging, terutama sapi di pasar. Pasalnya, bisa dibilang kenaikannya moderat hanya Rp1.000 per kg.

Menurutnya, saat ini harga daging sapi di pasar masih stabil di kisaran Rp130 ribu hingga Rp140 ribu per kg. Masih sesuai dengan batas yang ditetapkan pemerintah.

"Misalnya harga di pasar, harga daging sapi itu kan antara Rp130 ribu, maksimal Rp 140ribu, masih dalam kisaran HET. Jadi itu masih tidak ada perubahan apapun," pungkasnya.

(ldy/sfr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK