Jatuh Lagi, Rupiah Tembus Rp17.222 per Dolar AS
Nilai tukar rupiah berada di level Rp17.222 per dolar AS pada perdagangan Kamis (23/4) pagi. Mata uang Garuda melemah 65,7 poin atau 0,38 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.
Pelemahan rupiah sejalan dengan pergerakan mayoritas mata uang di kawasan Asia yang berada di zona merah. Yuan China turun 0,07 persen, peso Filipina melemah 0,47 persen, dan ringgit Malaysia terdepresiasi 0,08 persen.
Meski begitu, sejumlah mata uang Asia lainnya justru menguat. Dolar Singapura naik 0,2 persen, yen Jepang menguat 0,05 persen, won Korea Selatan bangkit 0,05 persen, dan dolar Hong Kong naik tipis 0,01 persen.
Di sisi lain, mata uang utama negara maju bergerak bervariasi terhadap dolar AS. Euro Eropa menguat 0,05 persen, sementara dolar Australia melemah 0,07 persen. Dolar Kanada naik 0,03 persen dan franc Swiss menguat 0,04 persen.
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong menilai rupiah berpotensi kembali tertekan seiring penguatan dolar AS di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
"Rupiah diperkirakan akan kembali melemah terhadap dolar AS yang menguat di tengah eskalasi dan ketidakpastian akan perdamaian di Timur Tengah. Harga minyak mentah yang kembali naik dan keputusan BI mempertahankan suku bunga juga membebani rupiah," ujarnya kepada CNNIndonesia.com.
Ia memperkirakan pergerakan rupiah hari ini berada dalam kisaran Rp17.150 hingga Rp17.250 per dolar AS.